Yen Lemah Bikin Dompet Tipis, Warga Jepang Pilih di Rumah Saat Liburan Musim Panas

Rabu, 15 Jul 2026, 02:52 WIB

TOKYO - Jumlah perjalanan wisata warga Jepang ke luar negeri diperkirakan turun 8,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 2,17 juta perjalanan pada periode libur musim panas tahun ini seiring dengan pelemahan yen dan lonjakan biaya yang dirasakan konsumen.

Menurut agen perjalanan global asal Jepang JTB Corp seperti diberitakan Kantor Berita Kyodo dari Tokyo, Selasa (14/7), penurunan secara tahunan tersebut menjadi yang pertama sejak pemulihan pascapandemi COVID-19 pada 2023.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Tingginya biaya perjalanan membuat para wisatawan menghindari destinasi jarak jauh seperti Amerika Utara dan Australia.

Namun, perjalanan domestik juga diprediksi lesu akibat masyarakat yang semakin berhemat di tengah inflasi, menurut proyeksi agen perjalanan tersebut untuk periode 15 Juli hingga 31 Agustus.

Rata-rata biaya yang dihabiskan oleh seorang wisatawan untuk satu kali perjalanan ke luar negeri diperkirakan naik 6,3 persen menjadi 323 ribu yen (sekitar dua ribu dolar AS).

Selain pelemahan yen, tingginya biaya tambahan bahan bakar pesawat akibat lonjakan harga avtur di tengah krisis Timur Tengah juga menambah beban pengeluaran wisatawan.

Mempertimbangkan hal tersebut, para wisatawan pun lebih memilih untuk berlibur ke destinasi terdekat dengan harga tiket pesawat terjangkau.

Menurut proyeksi JTB, Korea Selatan menjadi destinasi pilihan utama dengan 26,2 persen, kemudian disusul Taiwan sebesar 16,2 persen.

Sementara itu, jumlah kunjungan ke Tiongkok diperkirakan anjlok separuhnya dari angka tahun lalu menjadi 10,1 persen sebagai imbas dari ketegangan hubungan antara Pemerintah Jepang dan China menyusul pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada November lalu terkait dukungannya terhadap Taiwan.

Sementara jumlah perjalanan domestik diprediksi akan menurun sebesar 4,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 69 juta perjalanan, dengan rata-rata pengeluaran per orang diproyeksikan naik 3,2 persen menjadi 48.500 yen.

Kawasan Kanto di Jepang timur, yang juga mencakup Tokyo, diperkirakan menjadi destinasi domestik terpopuler dengan 19,0 persen, disusul kawasan Kinki di Jepang barat (14,9 persen), dan Hokkaido di wilayah utara (11,2 persen).

Secara umum, tren menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih selektif dalam pengeluaran mereka.

"Kini semakin terlihat adanya kelompok masyarakat yang berupaya memangkas pengeluaran mereka, misalnya dengan mempersingkat durasi liburan, sementara di sisi lain ada kelompok yang tetap ingin mewujudkan liburan impiannya meskipun harus membayar lebih mahal," kata seorang petinggi JTB.

JTB menyusun proyeksi tersebut berdasarkan survei daring yang dilakukan pada Juni 2026 terhadap responden yang merencanakan perjalanan satu malam atau lebih selama periode liburan musim panas kali ini.

Pada akhir Juni 2026, nilai tukar yen sempat anjlok melewati level 162 dan mendekati 163 per dolar AS. Posisi tersebut merupakan yang terendah dalam sekitar 39,5 tahun terakhir. Ant

  • japanese yen
  • tokyo
  • Liburan Musim Panas

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.