IHSG Hari Ini Bangkit! Inflasi AS Melandai Redam Ancaman Pengetatan The Fed
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan respons positif pasar terhadap meredanya tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS), yang menurunkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memperketat kebijakan moneternya dalam waktu dekat.
Prospek suku bunga global yang lebih stabil mendorong aliran dana ke aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.
Namun, keberlanjutan penguatan IHSG tetap bergantung pada kondisi fundamental domestik, arus modal asing, serta dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan pertumbuhan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/7) sore ditutup menguat 2,45 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.041,97, seiring rilis data inflasi AS meredam ekspektasi pelaku pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,01 poin atau 0,17 persen ke posisi 599.90.
Sebaiknya Anda baca juga:
"IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) meredam ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong dan mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral The Fed dalam waktu dekat.
Tingkat inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5 persen pada Juni dari 4,2 persen pada Mei 2026, atau di bawah perkiraan 3,8 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga selama kesaksian di Kongres, namun tidak memberikan sinyal kebijakan yang lebih agresif.
Pasar terus memperkirakan sekitar 50 persen kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026, karena ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan Iran menaikkan harga minyak dan menjaga tekanan inflasi tetap menjadi fokus.
Dari dalam negeri, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara.
Kebijakan tidak menaikkan tarif pajak menjadi sentimen positif bagi dunia usaha, karena mengurangi risiko kenaikan beban pajak dan menjaga daya saing perusahaan.
Selain itu, fokus pada perluasan basis pajak melalui peningkatan kepatuhan dan digitalisasi juga dinilai lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dibanding menaikkan tarif.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!