Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentagon Integrasikan Sensor Inframerah Baru ke F-15EX untuk Memburu J-20 Tiongkok

📅 Senin, 13 Jul 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Pentagon Integrasikan Sensor Inframerah Baru ke F-15EX untuk Memburu J-20 Tiongkok Doc: Istimewa
Ket. Berbeda dengan radar konvensional yang memancarkan gelombang radio, IRST bekerja secara pasif dengan mendeteksi jejak panas dari pesawat yang berasal dari mesin, gas buang, dan gesekan udara dengan permukaan badan pesawat

WASHINGTON DC – Angkatan Udara Amerika Serikat mulai menjajaki peningkatan besar kemampuan sensor armada tempur F-15, di tengah pesatnya perkembangan pesawat siluman Tiongkok yang dinilai semakin mengubah keseimbangan kekuatan udara di kawasan Pasifik.

Dari Military Watch, AS telah meminta industri pertahanan mengajukan proposal untuk mengembangkan sistem Infrared Search and Track (IRST) generasi berikutnya. Sensor ini diharapkan meningkatkan kemampuan F-15, terutama F-15EX Eagle II, dalam mendeteksi dan melacak pesawat berteknologi siluman.

Berbeda dengan radar konvensional yang memancarkan gelombang radio, IRST bekerja secara pasif dengan mendeteksi jejak panas dari pesawat. Panas tersebut dapat berasal dari mesin, gas buang, permukaan badan pesawat yang memanas akibat gesekan udara, maupun komponen internal lainnya.

Kemampuan ini dinilai semakin penting menghadapi pesawat siluman. Meski desain stealth dapat secara drastis mengurangi pantulan radar, sebuah pesawat tetap menghasilkan jejak inframerah yang dalam kondisi tertentu dapat dideteksi.

Keuntungan lainnya, IRST memungkinkan pesawat tempur mencari dan melacak sasaran tanpa harus memancarkan radar yang dapat memperingatkan lawan. Sensor pasif ini juga relatif lebih tahan terhadap gangguan peperangan elektronik.

Saat ini, F-15 AS telah menggunakan Legion Pod yang membawa sensor AN/ASG-34 IRST. Sistem tersebut mulai dioperasikan pada armada F-15C/D sejak 2022 dan memberikan peningkatan signifikan dalam kemampuan deteksi pasif.

Namun, penggunaan pod eksternal juga memiliki keterbatasan. Perangkat tersebut menggunakan salah satu posisi pemasangan di badan pesawat yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membawa bahan bakar atau perlengkapan lainnya. Pengujian juga dilaporkan menemukan sejumlah keterbatasan terkait manuver dan kebutuhan operasional.

Karena itu, program baru diperkirakan akan memberikan perhatian besar kepada F-15EX Eagle II. Arsitektur digital pesawat generasi terbaru keluarga F-15 tersebut dinilai memungkinkan integrasi sensor inframerah yang lebih maju dan menyatu dengan sistem pesawat.

Boeing sebelumnya juga pernah memperlihatkan konsep F-15 dengan sensor IRST yang dipasang di area depan kokpit. Jika konfigurasi semacam itu diterapkan, F-15EX tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pod eksternal, sekaligus dapat mempertahankan lebih banyak titik pemasangan untuk senjata atau tangki bahan bakar.

Peningkatan kemampuan deteksi pasif menjadi semakin penting karena F-15EX diproyeksikan memainkan peran besar di kawasan Indo-Pasifik. Di wilayah inilah Amerika Serikat menghadapi pertumbuhan pesat kekuatan udara China.

Beijing saat ini terus memperbesar armada pesawat tempur silumannya, terutama J-20, serta mengembangkan J-35. China juga diketahui tengah menguji sejumlah desain pesawat tempur generasi berikutnya yang diperkirakan dapat memasuki layanan pada dekade mendatang.

Dalam skenario pertempuran udara modern, kemampuan mendeteksi lawan lebih dahulu dapat menentukan hasil pertempuran. Bagi F-15EX yang tidak dirancang sebagai pesawat siluman, sensor IRST generasi baru dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan peluang menghadapi pesawat dengan jejak radar sangat rendah.

AS juga berpotensi mengoperasikan F-15EX bersama pesawat peperangan elektronik seperti EA-18G Growler. Kombinasi tersebut dapat digunakan untuk mengganggu kemampuan sensor dan jaringan lawan, sementara F-15EX memanfaatkan daya angkut senjata, radar besar, dan sensor pasifnya.

Namun, strategi tersebut menghadapi tantangan besar. China memiliki jaringan pesawat peringatan dini dan kendali udara atau AEW&C yang terus berkembang, sehingga kemampuan F-15EX untuk mendekati wilayah pertempuran tanpa terdeteksi tetap menjadi persoalan penting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

12 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

27 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.