Piala Dunia 2026: Belgia Tersingkir, Witsel Yakin Generasi Baru Red Devils Siap Bangkit
Minggu, 12 Jul 2026, 00:02 WIBLOS ANGELES â Langkah Belgia di Piala Dunia 2026 memang terhenti di babak perempat final setelah kalah dari Spanyol. Namun, di balik kegagalan tersebut, para pemain senior meyakini Red Devils memiliki masa depan yang cerah berkat munculnya generasi muda yang siap meneruskan tongkat estafet.
Bagi sejumlah anggota "Generasi Emas" Belgia seperti Axel Witsel, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois, Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi kesempatan terakhir mereka untuk meraih gelar turnamen besar bersama tim nasional.
Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian mencapai delapan besar tetap dianggap sebagai perkembangan positif setelah performa mengecewakan di Piala Dunia 2022 dan Piala Eropa 2024.
Perjalanan Belgia menuju perempat final tidak berlangsung mulus. Mereka hanya meraih dua hasil imbang pada fase grup sebelum memastikan lolos berkat kemenangan atas Selandia Baru.
Di babak 32 besar, Belgia nyaris tersingkir ketika tertinggal dari Senegal. Mereka baru mampu memaksakan perpanjangan waktu melalui gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir sebelum Youri Tielemans memastikan kemenangan.
Momentum itu berlanjut ketika Belgia tampil impresif dengan menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.
Meski akhirnya dihentikan Spanyol di perempat final, Witsel melihat banyak perkembangan positif selama turnamen berlangsung.
"Mungkin kami memulai turnamen dengan sedikit ragu-ragu. Namun, semakin jauh kami melangkah, semakin meningkat pula kualitas permainan kami," ujar Witsel. "Itulah hal yang harus kami bawa pulang dari Piala Dunia ini. Saya tidak khawatir. Kami memiliki masa depan yang sangat cerah."
Kiper sekaligus kapten Belgia Thibaut Courtois juga membela pencapaian generasi emas yang kerap mendapat kritik karena gagal meraih trofi.
Menurutnya, banyak pihak lupa bahwa Belgia bukan negara dengan populasi besar seperti Inggris, Spanyol, atau Prancis. "Banyak orang mengatakan Generasi Emas Belgia tidak pernah memenangkan apa pun," kata Courtois.
"Tetapi kami adalah Belgia, bukan Inggris, bukan Spanyol, bukan Prancis. Kami hanyalah negara kecil dengan populasi bahkan tidak sampai 12 juta jiwa, tetapi kami selalu mampu menunjukkan kualitas luar biasa di turnamen besar."
Courtois menegaskan tidak semua pemain hebat berhasil memenangi turnamen besar sepanjang kariernya. "Kami selalu berusaha semaksimal mungkin dan saya rasa kami pantas bangga. Saya yakin Belgia suatu hari nanti akan mampu memenangkan semuanya."
Ia juga memuji perkembangan akademi sepak bola Belgia yang terus melahirkan pemain-pemain berkualitas. "Kami memiliki akademi yang bekerja dengan sangat baik. Saya berharap kami bisa mengambil langkah berikutnya dan suatu saat mencapai final."
Harapan Belgia kini bertumpu pada deretan pemain muda yang tampil menjanjikan sepanjang Piala Dunia.
Charles De Ketelaere menjadi salah satu sorotan utama setelah mencetak tiga gol, termasuk dua gol saat mengalahkan Amerika Serikat dan satu gol ketika menghadapi Spanyol.
Selain De Ketelaere, nama-nama seperti Jeremy Doku, Nicolas Raskin, Maxim De Cuyper, dan Arthur Theate mulai menjadi bagian penting dalam skuad utama.
Di bawah mistar, Senne Lammens yang baru berusia 24 tahun juga mendapat kesempatan tampil setelah Courtois mengalami cedera.
Courtois optimistis regenerasi tersebut akan membuat Belgia semakin kuat pada Euro 2028 maupun Piala Dunia berikutnya.
"Banyak talenta muda yang sedang berkembang. Mereka akan menjadi lebih kuat dalam beberapa tahun ke depan. Saya berharap saat Euro atau Piala Dunia berikutnya kami tampil lebih baik. Kami memiliki semangat yang tepat dan saya yakin hal-hal besar akan datang."
"Jika kami terus membangun dari penampilan seperti sekarang, masa depan masih sangat menjanjikan. Kami memiliki banyak pemain muda. Jika mereka terus bermain reguler di klub masing-masing, mereka akan memperoleh lebih banyak pengalaman dan itu akan membuat tim ini semakin kuat," ujarnya.
Berakhirnya perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi penanda berakhirnya era sebagian besar Generasi Emas yang selama lebih dari satu dekade membawa negara itu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Kini, tanggung jawab beralih kepada para pemain muda yang mulai menunjukkan kualitasnya.
Meski gagal memenuhi ambisi menjadi juara dunia, Belgia meninggalkan turnamen dengan optimisme bahwa fondasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif telah terbentuk.
- Timnas Belgia
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe
-
Piala Dunia, Prancis ke Semifinal, Deja Vu Kembali Atasi Maroko 2-0 seperti Tahun 2022
-
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Singkirkan Belanda dalam Adu Penalti yang Menegangkan
-
Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Gol Dramatis Mikel Merino Akhiri Karier Piala Dunia Cristiano Ronaldo
-
Harry Kane Cetak Dua Gol Dramatis, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan RD Kongo 2-1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.