Arab Saudi-Turki-Pakistan Teken Pakta Pertahanan Bersama

Senin, 10 Agu 2026, 02:50 WIB

RIYADH – Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada Jumat (7/8) pekan lalu secara mengejutkan menandatangani perjanjian pertahanan bersama di tengah kemelut perang di kawasan tersebut akibat serangan Houthi dan perang Amerika Serikat (AS)-Iran.

Riyadh berupaya memperkuat hubungan keamanannya di tengah perang antara AS dan Iran, yang telah melibatkan negara-negara sekitarnya dan mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.

Ket. Foto: Foto yang dirilis humas Kepresidenan Turki pada Jumat (7/8) lalu memperlihatkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kiri), Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (tengah) dan PM Pakistan, Shehbaz Sharif, saat bertemu di Mekah. Pada Jumat, ke-3 pemimpin negara itu meneken pakta pertahanan bersama di tengah terjadinya kemelut perang. — Sumber: AFP/TURKISH PRESIDENCY PRESS OFFICE

Perang tersebut telah memberi keberanian kepada Iran dan sekutunya di Yaman, Houthi, yang keduanya telah menyerang Arab Saudi, sementara para analis mengatakan bahwa Washington DC kini dipandang sebagai mitra yang semakin tidak dapat diandalkan.

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Saudi dan Kementerian Luar Negeri Pakistan, ketiga negara tersebut mengumumkan penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah dimana mereka menyatakan komitmen bersama untuk lebih memperkuat keamanan kolektif mereka dan untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa pakta tersebut berarti serangan terhadap anggota mana pun akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, dan menambahkan bahwa hal itu dimaksudkan untuk memperkuat pencegahan kolektif.

Meskipun demikian, Ankara kemudian mengatakan bahwa perjanjian itu tidak ditujukan kepada negara tertentu, menurut unggahan di X oleh direktur komunikasi kepresidenan. Ditambahkan pula bahwa perjanjian tersebut tidak bertentangan dengan komitmen aliansi internasional Turki yang ada, termasuk yang menjadi inti NATO.

Riyadh sendiri mengatakan bahwa kesepakatan ini bukan merupakan upaya untuk membentuk poros militer atau blok sektarian.

"Hal ini juga tidak terkait dengan ambisi nuklir atau perlombaan senjata apa pun, melainkan berfokus pada pembangunan kemampuan yang berkelanjutan," kata Wakil Menteri Diplomasi Publik Arab Saudi, Rayed Krimly, di media sosial X.

"Hal itu tidak merupakan ancaman terhadap keamanan negara mana pun di kawasan ini," imbuh dia.

Lapisan Keamanan

Sejak dimulainya perang regional, Arab Saudi semakin dekat dengan Turki, Mesir, dan Pakistan, yang telah mendorong mediasi dan penyelesaian konflik.

Umar Karim, seorang ahli kebijakan luar negeri Saudi di Universitas Birmingham, Inggris, mengatakan bahwa keselarasan tersebut jelas berorientasi pada Iran dan dimaksudkan untuk mengatasi pendekatan strategis baru Iran yang diarahkan pada dominasi wilayah Teluk yang lebih luas.

“Fakta bahwa Turki dan Pakistan berbatasan dengan Iran berarti mereka dapat menggunakan pengaruh yang berbeda terhadap Teheran,” ucap Karim.

Sebuah narasumber yang dekat dengan militer dan pemerintah Saudi mengatakan kepada AFP sebelum penandatanganan bahwa meskipun perjanjian tersebut telah dibahas sejak lama, perkembangan terbaru di kawasan ini telah mempercepat prosesnya.

Andreas Krieg dari King's College London mengatakan kesepakatan itu menunjukkan keinginan yang jelas untuk mendiversifikasi aliansi di luar AS.

"Arab Saudi, Turki, dan Pakistan tidak berusaha menggantikan AS. Mereka justru sedang membangun kemampuan untuk melindungi kepentingan mereka ketika Washington DC tidak mampu atau tidak mau melakukannya. Riyadh khususnya, menginginkan beberapa lapisan keamanan daripada satu payung Amerika setelah guncangan perang Iran," ungkap dia.

Krieg menambahkan bahwa kesepakatan ini akan mendukung ambisi Arab Saudi untuk menjadi pengatur keamanan regional dan mendiversifikasi payung pertahanannya, sementara Turki dan Pakistan mendapatkan pengaruh politik dan akses ke potensi investasi Saudi,” pungkas dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.