Krisis Migran Picu Spanyol-Italia Saling Perketat Batas

Senin, 10 Agu 2026, 03:00 WIB

MADRID - Spanyol pada Sabtu (8/8) mulai melakukan pemeriksaan perbatasan terhadap pelancong yang tiba dari Italia sebagai respons atas langkah serupa yang diberlakukan Roma setelah gelombang migran besar-besaran masuk ke Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara.

"Saya tidak melihat banyak kata 'diplomasi' digunakan dalam keputusan-keputusan ini, baik oleh pemerintah Italia maupun pemerintah Spanyol," kata turis Italia berusia 36 tahun, Maria Celeste Grillo, yang baru tiba di Madrid.

Ket. Foto: Spanyol pada Jumat (7/8) mengumumkan akan meningkatkan kontrol perbatasan dengan alasan menghadapi apa yang disebut sebagai "tekanan migrasi ilegal yang terus-menerus" dari Italia — Sumber: antara

Dilansir dari AFP, Grillo mengatakan tidak melihat adanya pemeriksaan tambahan saat turun dari pesawat. Namun, dia menilai penerapan kebijakan tersebut "menyedihkan".

Spanyol pada Jumat (7/8) mengumumkan akan meningkatkan kontrol perbatasan dengan alasan menghadapi apa yang disebut sebagai "tekanan migrasi ilegal yang terus-menerus" dari Italia. Kebijakan tersebut semakin memperdalam perselisihan antara dua negara anggota Uni Eropa (UE) sekaligus sekutu NATO (North Atlantic Treaty Organization).

Pemerintah sayap kiri Spanyol sebelumnya memprotes keputusan pemerintah sayap kanan Italia yang pada 31 Juli memberlakukan pemeriksaan perbatasan selama satu bulan terhadap pelancong dari Spanyol. Langkah itu secara efektif menangguhkan pengaturan perjalanan bebas pemeriksaan di kawasan Schengen UE dan diberlakukan setelah lonjakan migrasi di Ceuta.

Lebih dari 70.000 migran menyeberang dari Maroko menuju wilayah kantong tersebut pada 30 dan 31 Juli. Namun, hampir seluruhnya kembali ke Maroko dalam waktu 48 jam.

Gelombang kedatangan tersebut memicu kekhawatiran di sejumlah negara Eropa, terutama pemerintah sayap kanan yang mendorong aturan lebih ketat terhadap migrasi ilegal.

Kendati demikian, aturan yang berlaku di Ceuta membuat para migran tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju daratan Eropa tanpa terlebih dahulu melewati pemeriksaan perbatasan tambahan.

Kepala Migrasi UE Magnus Brunner mengatakan telah menghubungi menteri dalam negeri Spanyol dan Italia pada Sabtu. Menurutnya, kedua negara memastikan bahwa pemeriksaan perbatasan internal tersebut hanya bersifat sementara.

"Saya menekankan kemajuan yang telah kita capai dalam menangani migrasi ilegal dan bahwa kepercayaan antarnegara anggota adalah mata uang kita yang paling berharga," tulis Brunner di X.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.