Jangan Tunggu Sawah Mengering! Distan Lebak Ajak Petani Aktifkan Pompa Air
Minggu, 12 Jul 2026, 17:30 WIBLEBAK â Menjaga ketersediaan pasokan air pada musim kemarau menjadi langkah penting untuk menjamin keberlanjutan aktivitas masyarakat, pertanian, dan industri.
Upaya seperti optimalisasi waduk, konservasi daerah tangkapan air, efisiensi distribusi, serta penghematan penggunaan air menjadi kunci dalam mengantisipasi penurunan debit sumber air.
Pengelolaan yang terintegrasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan memperkuat ketahanan sumber daya air sekaligus meminimalkan risiko krisis air di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, meminta petani agar mengaktifkan pompa air menghadapi musim kemarau atau El Nino, sehingga tanaman padi bisa menghasilkan produksi pangan.
â"Kita jangan sampai musim kemarau itu menimbulkan gagal panen," kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan, di Lebak, Minggu (12/7).
âPetani di Kabupaten Lebak pada musim kemarau itu dipastikan mengeluhkan menyusutnya ketersediaan pasokan air untuk tanaman padi.
âKarena itu, pihaknya minta petani agar mengaktifkan pompa air bantuan dari pemerintah yang jumlahnya ribuan unit.
âPenggunaan pompa air sebagai solusi untuk menghadapi musim kemarau, sehingga petani tetap bisa menghasilkan produksi pangan.
âPompa air, termasuk pompa pantek itu bisa menyedot air permukaan aliran sungai, embung, sumber mata air hingga air bawah tanah untuk mengaliri ke areal persawahan.
âSelama ini, pihaknya menerima laporan beberapa lokasi mengalami kekeringan akibat tidak terdapat sumber air.
âBerdasarkan pengalaman kemarau panjang beberapa tahun lalu, produksi pangan bisa berhasil melalui penggunaan pompa air itu.
â"Kami berharap petani dapat menggunakan pompa air untuk memenuhi ketersediaan air saat musim kemarau," kata Dodi menjelaskan.
âIa mengatakan, musim kemarau itu berharap petani jika melakukan gerakan tanam dapat menggunakan benih Inpago dan Situ Bagendit, karena tahan terhadap kekeringan.
âSaat ini, beberapa lokasi petani di Kabupaten Lebak masih melakukan gerakan tanam untuk memenuhi persediaan pangan. Sebab, Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional tercatat sebesar 127,65 dan angka itu cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
âBahkan, harga gabah kering pungut (GKP) di tingkat petani mencapai Rp7.300 per kg dan melebihi harga patokan pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.
â"Kami minta petani tetap dapat menggunakan pompa air dan penggunaan benih Inpago dan Situ Bagendit di saat musim kemarau itu," katanya menjelaskan.
âSamsudin, seorang petani Cibadak Kabupaten Lebak mengaku bahwa tanaman padi di wilayahnya Blok Desa Malabar seluas puluhan hektare dengan rata rata usia tanam 30 hari setelah tanam masih teraliri air dari jaringan irigasi.
â"Kami siap melakukan pompa air jika irigasi menyusut akibat kemarau," katanya menjelaskan.
- Antisipasi kekeringan
- Pompa Air untuk Petani
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba Tembakau Sintetis di Klender dan Duren Sawit, Dua Orang Ditangkap
-
Hadapi Kemarau, Pemerintah Salurkan 11.000 Pompa Air ke Daerah
-
Selat Hormuz Mulai Pulih, Arus Minyak Dunia Kembali Normal
-
Kemenhaj: Seluruh Jamaah Haji Indonesia telah Tiba di Tanah Suci
-
Petani jamur di Samarinda alami penurunan produksi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.