Antrean IPO Turun, Hanya 12 Perusahaan Siap Melantai

Senin, 08 Jun 2026, 17:05 WIB

JAKARTA – Menurunnya antrean Initial Public Offering (IPO) saham dapat mencerminkan sikap hati-hati pelaku usaha dan investor terhadap kondisi pasar modal yang sedang tidak sepenuhnya kondusif.

Faktor seperti volatilitas indeks, ketidakpastian suku bunga, serta sentimen global yang fluktuatif sering membuat perusahaan menunda rencana pencatatan saham untuk mendapatkan valuasi yang lebih optimal.

Ket. Foto: Ilustrasi-Karyawan berjalan dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aprillio AkbarYU

Di sisi investor, selektivitas yang meningkat juga mendorong emiten baru untuk lebih memperkuat fundamental sebelum melantai di bursa.

Dalam jangka pendek, perlambatan IPO dapat menahan dinamika pendalaman pasar, namun di sisi lain bisa menghasilkan kualitas emiten yang lebih sehat dan berkelanjutan saat kondisi pasar membaik.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 12 perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) per 5 Juni 2025.

Jumlah tersebut berkurang dibandingkan antrean sebanyak 15 perusahaan dalam laporan BEI sebelumnya per 22 Mei 2026.

“Hingga saat ini, terdapat dua belas perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (8/6).

Dari dua belas perusahaan, Nyoman mengungkapkan delapan perusahaan masuk kategori aset skala besar di atas Rp250 miliar, dan empat perusahaan beraset skala menengah rentang Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Ketentuan kriteria aset tersebut sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari total 12 perusahaan dalam antrean IPO, dari sisi sektor, Nyoman merincisebanyak tiga perusahaan sektor barang konsumen non primer, tiga perusahaan sektor kesehatan dan dua perusahaan sektor barang konsumen primer.

Kemudian, dua perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor keuangan, serta satu perusahaan sektor transportasi dan teknologi.

Sepanjang tahun ini terhitung sampai 5 Juni 2026, telah terdapat satu perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.

Dengan demikian, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 957 perusahaan sampai saat ini.

Sampai 5 Juni 2026, BEI mencatat penerbitan sebanyak 53 emisi dari 36 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp69,94 triliun.

Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 63 emisi dari 40 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS

Sementara itu, untuk aksi rights issue, telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi "rights issue" dengan total nilai Rp3,89 triliun sampai periode 5 Juni 2026.

Dalam antrean, terdapat sebanyak satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi "rights issue", yang terdiri dari perusahaan sektor properti.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.