• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bosch Soroti Pentingnya Te...

Bosch Soroti Pentingnya Teknologi Rumah Tangga yang Kurangi Beban Berpikir Pengguna

Minggu, 12 Jul 2026, 22:45 WIB

JAKARTA – Bosch Home Appliances Indonesia menilai kebutuhan masyarakat terhadap teknologi rumah tangga kini bergeser, dari sekadar mempercepat pekerjaan menjadi membantu mengurangi beban berpikir dalam mengelola aktivitas sehari-hari di rumah.

Perubahan tersebut muncul di tengah semakin padatnya aktivitas keluarga modern. Selain menyelesaikan pekerjaan rumah, banyak orang juga harus mengatur jadwal keluarga, menentukan menu makanan, mengingatkan berbagai tugas, hingga memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai rencana.

Ket. Foto: Bosch Home Connect. Bosch menghadirkan inovasi smart home berbasis AI melalui oven dan mesin cuci pintar untuk membantu mengurangi beban berpikir, menyederhanakan pekerjaan rumah, dan meningkatkan kenyamanan keluarga modern. — Sumber: Bosch Indonesia

Menurut Bosch, keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari dapat menguras waktu, perhatian, dan energi. Karena itu, efisiensi tidak lagi hanya dimaknai sebagai penghematan biaya atau energi, tetapi juga kemampuan teknologi untuk menyederhanakan rutinitas dan memberikan lebih banyak waktu bagi keluarga maupun diri sendiri.

Jebolan MasterChef Indonesia, Chef Bryan, mengatakan teknologi yang benar-benar membantu adalah teknologi yang mampu menghilangkan langkah-langkah yang tidak perlu, terutama di dapur. Baginya, teknologi menjadi benar-benar bernilai ketika mampu menghilangkan langkah-langkah yang sebenarnya tidak perlu.

“Pada oven Bosch, misalnya, saya tidak perlu terus-menerus menebak suhu atau kondisi masakan karena sistemnya dapat menyesuaikan proses memasak secara otomatis. Hasilnya lebih konsisten, sementara saya bisa lebih fokus menikmati proses memasak itu sendiri," ujar Chef Bryan dlam keterangannya pada hari Senin (6/7).

Pandangan tersebut sejalan dengan hasil survei State of Motherhood 2026 yang melibatkan 2.000 ibu. Survei tersebut menunjukkan tantangan terbesar di rumah saat ini bukan lagi pekerjaan fisik, melainkan beban mengatur dan mengoordinasikan berbagai aktivitas harian.

Sebanyak 53 persen responden mengaku bertanggung jawab mengatur jadwal keluarga, 49 persen harus terus mengingatkan anggota keluarga mengenai berbagai tugas, dan 41 persen perlu berulang kali memberikan instruksi agar aktivitas sehari-hari berjalan sesuai rencana.

CEO Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula, mengatakan perubahan kebutuhan konsumen tersebut menjadi dasar pengembangan inovasi perusahaan. Pihaknya selalu memulai dari perspektif konsumen karena saat ini semakin banyak keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja.

“Mereka ingin tetap menyajikan makanan yang lebih sehat untuk keluarga, tetapi membutuhkan solusi yang selaras dengan gaya hidup yang semakin dinamis. Karena itu, tujuan kami bukan sekadar menghadirkan perangkat rumah tangga, melainkan membuat proses memasak menjadi lebih mudah, lebih sehat, dan lebih menyenangkan," kata Anil.

Bosch menghadirkan sejumlah teknologi untuk mendukung kebutuhan tersebut. Pada Bosch Oven Series 8, perusahaan menggabungkan teknologi AI dengan fitur Steam Function Plus, Sous-vide, dan Air Fry Function untuk menghasilkan proses memasak yang lebih presisi sekaligus membantu menjaga kualitas nutrisi makanan.

Oven tersebut juga terhubung dengan ekosistem Home Connect yang memungkinkan pengguna mengirim resep langsung ke perangkat, memperoleh panduan memasak langkah demi langkah, serta memantau proses memasak dari jarak jauh.

Sementara itu, pada lini mesin cuci, Bosch menghadirkan teknologi i-DOS yang dapat menyesuaikan penggunaan deterjen dan air secara otomatis berdasarkan beban cucian sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengaturan berulang setiap kali mencuci.

Bosch juga menyoroti meningkatnya adopsi teknologi rumah pintar di Indonesia. Data We Are Social menunjukkan jumlah rumah tangga pengguna smart home meningkat dari sekitar 9,58 juta pada 2024 menjadi hampir 11 juta pada 2025.

Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, mengatakan tren tersebut menjadi landasan kampanye "Beres, Bosch" yang diluncurkan perusahaan. Melalui kampanye 'Beres, Bosch', pihaknya ingin mengajak masyarakat melihat bahwa teknologi bukan sekadar menghadirkan lebih banyak fitur.

“Nilai sesungguhnya justru terletak pada kemampuannya mengurangi kerumitan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika teknologi mampu mengambil alih rutinitas yang berulang, keluarga memiliki lebih banyak waktu, kenyamanan, dan ketenangan untuk menikmati momen yang benar-benar penting," papar Fenny.

Bosch meyakini rumah masa depan bukanlah rumah yang dipenuhi semakin banyak perangkat, melainkan rumah dengan teknologi yang bekerja semakin cerdas, saling terhubung, dan mampu memahami kebutuhan penggunanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.