Teknologi Avatar 3D Pemain Tayangan VAR Piala Dunia 2026 Lebih Akurat

Sabtu, 11 Jul 2026, 16:30 WIB

JAKARTA– Ajang FIFA World Cup 2026 akan menghadirkan inovasi baru dalam teknologi perwasitan. Untuk pertama kalinya, tayangan ulang Semi-Automated Offside Technology (SAOT) akan menampilkan avatar tiga dimensi (3D) pemain yang dibangun menggunakan kecerdasan buatan (AI), hasil kolaborasi FIFA dengan Lenovo.

Teknologi tersebut memungkinkan setiap pemain memiliki avatar digital yang dibuat berdasarkan hasil pemindaian tubuh berpresisi tinggi sebelum turnamen dimulai. Avatar ini akan digunakan sebagai data tambahan dalam sistem Video Assistant Referee (VAR) sekaligus memberikan visual yang lebih akurat kepada penonton saat tayangan ulang keputusan offside ditampilkan.

Ket. Foto: Penstabil AI Tampilan Wasit (Referee View AI Stabilizer). Piala Dunia 2026 akan menghadirkan avatar 3D pemain berbasis AI pada tayangan VAR. Teknologi hasil pemindaian tubuh ini membuat visual offside lebih akurat dan mudah dipahami penonton. — Sumber: Lenovo

Lenovo berperan menyediakan solusi end-to-end digital asset management yang mencakup seluruh proses mulai dari pemindaian pemain, verifikasi kualitas, pembuatan avatar digital, hingga pengelolaan model 3D selama penyelenggaraan turnamen.

Setiap pemain akan menjalani proses pemindaian sekitar 30 detik, termasuk persiapan. Namun, proses pengambilan gambar berlangsung kurang dari satu detik. Data tersebut kemudian diproses menggunakan teknologi Advanced Generative AI (GenAI) untuk membangun model digital yang merepresentasikan dimensi dan proporsi tubuh pemain secara presisi.

Model 3D kemudian diperkaya melalui proses tekstur, segmentasi volume, hingga reproyeksi ke base body mesh sehingga menghasilkan avatar yang menyerupai kondisi fisik pemain sebenarnya. Tidak ada dua avatar yang identik karena setiap model disesuaikan dengan karakteristik tubuh masing-masing pemain.

Chief Information Officer sekaligus Chief Delivery and Technology Officer Lenovo Solutions & Services Group (SSG), Art Hu, mengatakan teknologi tersebut merupakan hasil pengembangan selama bertahun-tahun untuk mendukung FIFA, perangkat pertandingan, dan miliaran penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Menurutnya, kehadiran avatar 3D membuat tayangan ulang keputusan offside mampu merepresentasikan situasi di lapangan secara lebih akurat sehingga memberikan konteks yang lebih jelas kepada penonton.

"Solusi yang didukung Lenovo AI ini telah mengubah cara tayangan ulang offside disajikan kepada miliaran penggemar di seluruh dunia," ujar Art Hu.

Meski demikian, Lenovo menegaskan tidak mengoperasikan sistem VAR. Teknologi yang dikembangkan perusahaan hanya menjadi sumber data tambahan yang terintegrasi ke sistem VAR yang dikelola FIFA.

Lenovo AI Senior Manager & Solution Architect EMEA, Dr. Valerio Rizzo, menjelaskan setiap avatar dibangun menggunakan teknologi Advanced GenAI dengan memanfaatkan hasil pemindaian 3D pemain. Setelah melalui proses rekonstruksi dan penyempurnaan model digital, avatar kemudian dirender ke dalam sistem pelacakan pemain pada teknologi offside FIFA.

"Setiap avatar secara akurat merepresentasikan dimensi dan proporsi tubuh pemain sehingga menjadi sumber data tambahan untuk pelacakan pemain serta mendukung pengambilan keputusan oleh perangkat pertandingan," katanya.

Sementara itu, Lenovo Director of AI Application, Aileen Zhang, mengatakan perusahaan menghadirkan solusi pengelolaan aset digital secara menyeluruh mulai dari pemindaian hingga pengelolaan siklus hidup avatar pemain selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, pendekatan tersebut memastikan setiap pemain memiliki avatar digital yang unik sekaligus memberikan kualitas visual yang konsisten selama kompetisi berlangsung.

Sebelum diterapkan di Piala Dunia 2026, teknologi avatar 3D ini telah diuji pada FIFA Intercontinental Cup di Qatar pada 2025. Saat itu, pemain dari CR Flamengo dan Pyramids FC menjalani proses pemindaian sebelum pertandingan FIFA Challenger Cup. Hasil uji coba menunjukkan sistem mampu mendukung perangkat pertandingan dan siap digunakan pada FIFA World Cup 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara pada Juni hingga Juli 2026.

Dengan pemanfaatan AI dan teknologi pemindaian 3D, FIFA berharap keputusan offside dapat disajikan dengan visual yang lebih mudah dipahami oleh penonton, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses pengambilan keputusan oleh perangkat pertandingan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.