Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Kelestarian Situs Lukisan Cadas Tertua di Liangkabori Sultra

📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menjaga Kelestarian Situs Lukisan Cadas Tertua di Liangkabori Sultra Doc: Antara
Ket. Menbud RI Fadli Zon saat berswafoto di depan lukisan cadas berusia 67.800 tahun di Liang Metanduno, Goa Liangkabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/7/2026).

Muna - Menbud RI Fadli Zon memberikan edukasi untuk menjaga kelestarian situs lukisan cadas tertua di Liang Metanduno, di kawasan Situs Goa Liangkabori di Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra)

Menbud RI Fadli Zon saat ditemui di Muna, Sabtu, menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kelestarian situs prasejarah di daerah tersebut dengan tidak menyentuh dinding gua guna menghindari kerusakan pada pigmen lukisan purba tertua di dunia itu.

"Karena ini adalah kawasan yang boleh dibilang masih terbuka, memang perlu ada satu perlindungan dan juga edukasi. Terutama bagi para pengunjung, tidak boleh sama sekali memegang dinding gua, apalagi melakukan vandalisme. Coret-coret itu sudah jelas pelanggaran hukum," kata Fadli Zon usai meninjau langsung lukisan cadas yang ditetapkan tertua di dunia berusia sekitar 67.800 tahun di kawasan Liangkabori.

Ia menjelaskan bahwa edukasi mengenai larangan menyentuh dinding gua sangat krusial. Kontak fisik langsung dari tangan manusia, seperti residu minyak, keringat, maupun kotoran, dikhawatirkan dapat mempercepat degradasi dan merusak struktur lukisan cadas (cave art) yang telah berusia 67.800 tahun itu.

Olah karena itu, pendekatan edukatif mengenai tata cara menikmati wisata sejarah tanpa merusak objek diduga cagar budaya harus diperketat.

"Memegang itu harus ada edukasi karena bisa merusak lukisannya. Jadi hanya dilihat saja, dan itu pun kalau bisa jaraknya jangan terlalu dekat," ujarnya.

Guna memperkuat upaya edukasi dan sistem proteksi di kawasan situs, lanjutnya, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Muna hingga pemerintah desa setempat dalam merumuskan regulasi kunjungan yang lebih terukur.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa langkah konkret yang akan segera disiapkan oleh pemerintah pusat meliputi penyediaan fasilitas edukasi sekunder agar beban kunjungan fisik ke dalam gua dapat diminimalisasi secara bertahap.

"Nanti bersama dengan Pak Bupati (Muna) dan Pak Kepala Desa (Loghia), kita formulasikan apa saja yang diperlukan, misalnya untuk pengamanan dan peraturan aturan kunjungannya," sebutnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain regulasi kunjungan dan penegakan aturan jarak aman, Kementerian Kebudayaan juga berencana membangun ruang edukasi khusus serta menempatkan personel ahli di lapangan.

"Kita juga perlu membuat satu pusat informasi, tadi saya sudah bicara untuk membuat satu museum kecil di sini. Selain itu, kita siapkan juru pelihara dari Kementerian Kebudayaan yang bisa membantu memelihara gua-gua yang ada di sekitar Kepulauan Muna," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.