Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ADB Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5,2 Persen pada 2026, Tertinggi Kedua di ASEAN

📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga menanggapi penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan masih terkontraksinya PMI Manufaktur Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Bank Indonesia, IKK pada Juni 2026 turun menjadi 117,8 dari 120,9 pada Mei 2026. Meski menurun, Airlangga menilai tingkat keyakinan konsumen masih berada pada level yang aman.

"(IKK) masih di atas 100. Aman. Kemarin kan ada Lebaran. Lebaran kan enggak tiap kuartal. Biasanya habis Lebaran turun sedikit," ujarnya.

Di sisi lain, PMI Manufaktur Indonesia tercatat berada di level 46,9 pada Juni 2026, yang menunjukkan sektor manufaktur masih berada di zona kontraksi.

Menanggapi kondisi tersebut, ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menilai pelemahan PMI dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi industri nasional melalui investasi yang berkualitas serta perbaikan iklim usaha.

Menurut Didik, PMI di bawah level 50 menunjukkan sektor manufaktur sedang menghadapi tekanan sehingga diperlukan kebijakan yang lebih konsisten untuk meningkatkan daya saing industri.

"Angka PMI ini merupakan indikasi sektor industri kita sakit lama dan sekarang masuk zona bahaya merah pada level indeks di bawah 50," kata Didik.

Ia menambahkan, penguatan sektor manufaktur menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi karena mampu mendorong investasi produktif, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.