Tuchel dan Garcia Ubah Tradisi Piala Dunia, Era Pelatih Asing Mulai Diterima
Jumat, 10 Jul 2026, 07:30 WIBATLANTA â Sepak bola internasional selama puluhan tahun memiliki satu batas yang sulit ditembus: pelatih asing hampir tidak pernah dipercaya membawa negara besar menjuarai Piala Dunia. Namun, tradisi lama itu mulai goyah setelah Thomas Tuchel bersama Inggris dan Rudi Garcia bersama Belgia melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026.
Keduanya kini menjadi dua pelatih asing terakhir yang masih memiliki peluang mengukir sejarah sebagai pelatih non-pribumi pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia.
Sejak awal turnamen, tercatat 27 negara menggunakan jasa pelatih asing, meningkat signifikan dibandingkan hanya sembilan negara pada Piala Dunia empat tahun sebelumnya. Namun, perjalanan mayoritas dari mereka telah berakhir.
Sejarah mencatat, pelatih asing terakhir yang membawa sebuah tim ke final Piala Dunia adalah Ernst Happel asal Austria bersama Belanda pada tahun 1978. Saat itu, De Oranje kalah dari Argentina di partai puncak. Kini, Tuchel dan Garcia berpeluang mengakhiri penantian panjang tersebut.
Penunjukan Thomas Tuchel sebagai pelatih Inggris bukan bertujuan melakukan revolusi total, melainkan melanjutkan fondasi yang telah dibangun Gareth Southgate.
Di bawah Southgate, Inggris mencapai dua final Piala Eropa dan semifinal Piala Dunia. Namun, trofi utama tetap belum berhasil diraih.
Tuchel datang dengan misi membawa The Three Lions melewati batas terakhir tersebut. Sejauh ini, langkahnya masih berjalan positif. Inggris mampu melewati ujian sulit melawan Republik Demokratik Kongo dan Meksiko untuk memastikan tiket perempat final.
Pada babak delapan besar, Inggris akan menghadapi Norwegia, tim yang membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar.
Jika berhasil membawa Inggris menjadi juara, Tuchel akan mencatat sejarah sebagai pelatih asing pertama yang mengantarkan sebuah negara menjadi kampiun dunia.
Belgia memiliki pengalaman lebih panjang dalam menggunakan pelatih asing. Sebelumnya, pelatih asal Spanyol Roberto Martinez membawa Belgia finis di posisi ketiga Piala Dunia 2018.
Namun, Martinez gagal mengulangi pencapaian tersebut bersama Portugal pada edisi kali ini setelah tersingkir oleh Spanyol di babak 16 besar.
Kini, giliran Rudi Garcia yang membawa harapan Belgia. Pelatih asal Prancis itu mendapat momentum besar setelah Setan Merah tampil impresif dengan menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1.
Di perempat final, Belgia akan menghadapi Spanyol, juara Eropa yang menjadi salah satu favorit utama turnamen.
Keengganan negara-negara besar menggunakan pelatih asing tidak hanya berkaitan dengan strategi, tetapi juga identitas nasional.
Simon Kuper, penulis buku World Cup Fever, Soccernomics, dan Football Against the Enemy, menjelaskan bahwa tim nasional sering dianggap sebagai representasi budaya sepak bola sebuah negara.
"Sebagian alasannya adalah kebanggaan nasional. Di Piala Dunia, Anda tidak hanya ingin menang, tetapi juga menunjukkan budaya sepak bola negara Anda, dan itu termasuk pelatihnya," ujar Kuper.
Menurutnya, ada anggapan bahwa menggunakan pelatih asing membuat keberhasilan terasa kurang autentik.
"Ada keyakinan kuat bahwa memakai pelatih asing hampir seperti sebuah bentuk kecurangan dan tidak mencerminkan identitas asli," tambahnya.
Delapan negara yang pernah menjadi juara dunia umumnya memiliki tradisi kepelatihan yang kuat sehingga posisi pelatih tim nasional dianggap sebagai puncak karier seorang manajer.
Memberikan posisi tersebut kepada pelatih asing juga sering dianggap sebagai penghinaan terhadap para pelatih terbaik dari negara sendiri.
"Ada pandangan bahwa kami memiliki cara bermain nasional yang unik dan tidak ada pelatih asing yang mungkin bisa memahaminya," jelas Kuper.
Namun, perkembangan sepak bola modern membuat batas-batas lama semakin kabur. Globalisasi membuat gaya bermain antarnegara semakin mirip.
Kuper menyebut sepak bola kini memasuki era "gaya internasional", di mana hampir semua tim elite menerapkan prinsip serupa: permainan cepat, sirkulasi bola tinggi, perubahan posisi dinamis, serta organisasi kolektif yang kuat.
"Kita hidup di era ketika ada gaya bermain internasional. Sebagian besar tim memainkan sepak bola yang mengandalkan fisik, pergantian posisi, perputaran bola cepat, dan permainan kolektif yang sangat terorganisasi," katanya.
Perubahan tersebut membuat lebih banyak federasi mulai terbuka mencari pelatih dari luar negeri ketika sistem lama dianggap tidak lagi efektif.
Brasil menjadi salah satu contoh terbaru. Penunjukan pelatih Italia Carlo Ancelotti merupakan langkah besar bagi negara yang selama ini sangat identik dengan filosofi sepak bola sendiri.
Meski Ancelotti mendapat kritik karena hasil belum maksimal, Federasi Sepak Bola Brasil tetap memberinya waktu. Kontraknya telah diperpanjang hingga Piala Dunia berikutnya.
Menurut Kuper, keputusan memakai pelatih asing biasanya muncul ketika negara besar merasa kehilangan arah. "Jika sebuah federasi besar gagal mencapai standar mereka dalam waktu lama, seperti Inggris sebelumnya atau Italia sekarang, maka mereka akan mencoba sesuatu yang berbeda," ujarnya.
Brasil, menurutnya, juga berada dalam situasi serupa karena selalu datang ke setiap turnamen dengan target juara. Namun, mengubah tradisi bukan keputusan mudah karena menyangkut identitas dan kebanggaan nasional.
Kasus Inggris menjadi contoh bahwa perubahan tersebut tidak selalu berarti kehilangan jati diri. Setelah mencoba Eriksson dan Capello, Inggris akhirnya menemukan fondasi baru dan kini berada dalam jalur persaingan gelar bersama Tuchel.
Piala Dunia 2026 bisa menjadi titik balik sejarah. Jika Tuchel atau Garcia berhasil mengangkat trofi, batas terakhir mengenai pelatih asing di sepak bola internasional mungkin benar-benar runtuh.
- Thomas Tuchel
- Rudi Garcia
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Singkirkan Belanda dalam Adu Penalti yang Menegangkan
-
Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe
-
Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Gol Dramatis Mikel Merino Akhiri Karier Piala Dunia Cristiano Ronaldo
-
Piala Dunia, Prancis ke Semifinal, Deja Vu Kembali Atasi Maroko 2-0 seperti Tahun 2022
-
Harry Kane Cetak Dua Gol Dramatis, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan RD Kongo 2-1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.