Kalteng Genjot Promosi, Produk Lokal Bidik Pasar Nasional Lewat Pameran Kriya

Jumat, 10 Jul 2026, 19:55 WIB

PALANGKA RAYA – Optimalisasi promosi produk unggulan daerah menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat identitas ekonomi lokal.

Promosi yang terintegrasi melalui pameran, platform digital, kemitraan bisnis, hingga perluasan akses ke pasar nasional dan ekspor dapat meningkatkan nilai tambah serta memperluas jangkauan pemasaran.

Ket. Foto: Stan Kalimantan Tengah memamerkan ragam produk kriya dan wastra unggulan pada Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda Se-Indonesia di Makassar 9-12 Juli 2026. — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov Kalteng

Namun, keberhasilannya juga bergantung pada konsistensi kualitas produk, inovasi kemasan, penguatan merek, serta pemanfaatan teknologi pemasaran yang adaptif terhadap tren konsumen.

Dengan strategi promosi yang tepat, produk unggulan daerah berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Tengah (Kalteng) memanfaatkan gelaran Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda Se-Indonesia untuk mengoptimalkan promosi ragam produk unggulan daerah.

"Keikutsertaan Kalimantan Tengah pada ajang nasional ini merupakan momentum strategis dalam memperkenalkan produk unggulan daerah," kata Ketua Dekranasda Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran saat dihubungi di Palangka Raya, Kalteng, Jumat (10/7).

Agenda nasional ini juga dimanfaatkan untuk membantu para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari Kalimantan Tengah semakin memperluas jejaring pemasaran, serta membuka peluang kerja sama baru.

Pameran Kriya Dekranasda Se-Indonesia digelar di Makassar, Sulsel, mulai dari 9 Juli hingga 12 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas.

Pada stan Kalimantan Tengah dipamerkan kriya berupa ragam aksesoris maupun inovasi kerajinan anyaman rotan, hingga wastra yang meliputi berbagai jenis benang bintik atau batik khas Dayak Kalimantan Tengah.

Aisyah mengapresiasi semangat para perajin maupun pelaku IKM dari Kalimantan Tengah yang terus berinovasi mengembangkan berbagai produk daerah sehingga dapat terus bersaing.

Ragam kriya maupun wastra yang ditampilkan dalam gelaran ini sekaligus mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal dari Bumi Tambun Bungai.

"Momentum HUT ke-46 Dekranas kami harap semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, Dekranasda, dan para perajin dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas Sukarniaty Kondolele mengatakan Sulawesi Selatan selaku tuan rumah menyiapkan sekitar 200 stan bagi para peserta yang ambil bagian dalam pameran kriya dan wastra.

"Ratusan stan yang disediakan itu termasuk 158 stan yang diisi Dekranasda provinsi, kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia, kementerian, lembaga, serta mitra strategis," jelasnya.

Sementara itu, penyelenggaraan pameran di salah satu pusat perbelanjaan itu, memiliki tujuan untuk memperluas promosi produk kriya dan wastra nusantara.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.