Pemerintah Percepat Rekonstruksi Aceh, Siapkan Pembangunan Jembatan Permanen
Selasa, 07 Jul 2026, 19:55 WIBJAKARTA - Pemerintah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang digelar di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Selasa (7/7).
Rapat dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Pertemuan itu dihadiri perwakilan pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, serta tokoh masyarakat untuk menyamakan langkah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.
Dalam forum tersebut, pemerintah menampung berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi akses jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan. Hasil pembahasan kemudian menghasilkan sejumlah kesepakatan yang menjadi prioritas dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Kami sudah berembuk mendengarkan aspirasi dan intinya sudah ada kesepakatan," ujar Mendagri.
Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini berinisiatif memperbaiki akses jalan secara swadaya agar aktivitas warga tetap berjalan. Namun, pemerintah menilai perbaikan permanen tetap diperlukan untuk menjamin keselamatan masyarakat, terutama pada jalur yang menjadi akses utama.
Salah satu fokus utama penanganan adalah Jembatan Enang-Enang yang memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat. Berdasarkan hasil kajian teknis, jembatan tersebut masih belum cukup aman untuk dilalui kendaraan dengan beban berat sehingga perlu dilakukan penguatan struktur.
"Khusus untuk Jembatan Enang-Enang ini, ini memiliki nilai histori panjang, sehingga tetap akan difungsikan, tapi nanti Balai PU akan memperkuat strukturnya," jelasnya.
Selama proses penguatan jembatan berlangsung, pemerintah akan menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan Werlah. Sebelum difungsikan secara optimal, ruas jalan tersebut akan diperbaiki melalui pelebaran badan jalan serta peningkatan kualitas permukaan agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Selain penanganan jangka pendek, pemerintah bersama masyarakat juga menyepakati pembangunan jembatan permanen di kawasan tersebut. Infrastruktur baru itu diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi ikon baru yang membanggakan masyarakat Gayo.
"Dan itu akan menjadi kebanggaan di Tanah Gayo," katanya.
Pembangunan jembatan permanen tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah menegaskan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan serta kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa kendaraan tangki air dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan dasar kepada masyarakat selama proses pemulihan pascabencana terus berlangsung.
- Bencana Alam
- Aceh
- Rehabilitasi
- Rekonstruksi
- Pemulihan Pascabencana
- Infrastruktur Pascabencana
- bener meriah
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pertamina Minta SPBU Lebih Prioritaskan Pengisian BBM bagi Kendaraan
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
-
Moneter Bukan Obat Segalanya, Krisis Rupiah Butuh Langkah Lebih Besar
-
Pemkab Padang Pariaman Perkuat Kompetensi ASN untuk Wujudkan Pengadaan Transparan
-
Russia Serahkan 528 Jenazah Tentara ke Ukraina di Tengah Konflik Berkepanjangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.