• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max:...

Bocoran iPhone 18 Pro Max: Kapasitas Baterai Naik, Diklaim Kalahkan Android 7.000 mAh

Selasa, 07 Jul 2026, 15:20 WIB

JAKARTA - Bocoran terbaru mengenai iPhone 18 Pro Max kembali menjadi perhatian menjelang peluncurannya. Meski diperkirakan masih menggunakan baterai dengan kapasitas lebih kecil dibandingkan banyak ponsel Android premium, perangkat terbaru Apple itu disebut berpotensi menawarkan daya tahan yang tidak kalah, bahkan bisa melampaui sejumlah smartphone dengan baterai berkapasitas 7.000 mAh.

Informasi tersebut berasal dari pembocor teknologi yang dikenal dengan nama Ice Universe. Ia menyebut varian iPhone 18 Pro Max dengan eSIM diperkirakan akan membawa baterai berkapasitas 5.567 mAh, sedangkan versi non-eSIM disebut memiliki baterai sekitar 5.391 mAh.

Ket. Foto: iPhone 17 Pro Max — Sumber: Phone Arena

Jika dibandingkan dengan ponsel Android terbaru, kapasitas tersebut memang terlihat relatif kecil. Sejumlah produsen asal Tiongkok seperti OnePlus, Honor, hingga Vivo kini telah menghadirkan perangkat dengan baterai berkisar 6.500 mAh hingga lebih dari 7.000 mAh, bahkan beberapa model sudah menembus kapasitas 10.000 mAh.

Meski demikian, kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan ketahanan sebuah smartphone. Efisiensi prosesor, optimalisasi sistem operasi, hingga manajemen suhu perangkat juga memiliki peran penting dalam menentukan lamanya perangkat dapat digunakan dalam satu kali pengisian daya.

Ice Universe menilai kombinasi chip A20 Pro generasi terbaru, optimalisasi iOS 27, serta sistem pendingin yang lebih baik berpotensi membuat iPhone 18 Pro Max memiliki daya tahan baterai yang sangat kompetitif. Bahkan, perangkat tersebut diklaim mampu bertahan lebih lama dibandingkan sejumlah ponsel Android yang mengusung baterai berkapasitas sekitar 7.000 mAh.

Klaim tersebut bukan tanpa alasan karena sejumlah pengujian sebelumnya menunjukkan iPhone mampu menghasilkan efisiensi daya yang cukup tinggi. Dalam berbagai uji penggunaan, beberapa model iPhone berhasil mencatatkan waktu pemakaian lebih lama dibandingkan perangkat Android yang memiliki kapasitas baterai lebih besar.

Fenomena serupa juga kerap ditemukan di ekosistem Android. Beberapa smartphone flagship dengan baterai yang lebih kecil justru mampu bertahan lebih lama dibandingkan ponsel kelas menengah yang memiliki kapasitas baterai jauh lebih besar berkat penggunaan chipset yang lebih efisien dan perangkat lunak yang lebih optimal.

Selain efisiensi perangkat keras dan perangkat lunak, teknologi baterai juga menjadi faktor yang membedakan Apple dengan sejumlah produsen smartphone asal Tiongkok. Hingga kini Apple masih mengandalkan baterai berbasis lithium-ion, sedangkan beberapa kompetitornya mulai beralih menggunakan teknologi silikon-karbon.

Teknologi silikon-karbon menawarkan keunggulan berupa kepadatan energi yang lebih tinggi sehingga mampu menghadirkan kapasitas baterai besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi lebih tebal. Inilah yang memungkinkan sejumlah smartphone modern memiliki baterai hingga 10.000 mAh meski tetap mempertahankan desain yang ramping.

Namun, teknologi tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Baterai silikon-karbon mengalami perubahan volume yang jauh lebih besar saat proses pengisian daya dibandingkan baterai lithium-ion sehingga membutuhkan rekayasa material yang lebih kompleks untuk menjaga keamanan dan stabilitas selama digunakan.

Produsen biasanya menambahkan kandungan karbon dalam baterai guna mengurangi risiko pembengkakan. Di sisi lain, peningkatan kadar karbon juga dapat mengurangi kepadatan energi sehingga produsen harus mencari keseimbangan antara kapasitas, keamanan, dan usia pakai baterai.

Karena masih tergolong teknologi yang relatif baru, sejumlah perusahaan besar seperti Apple, Samsung, dan Google hingga kini belum mengadopsinya secara luas pada lini smartphone mereka. Ketiga perusahaan tersebut diperkirakan masih memilih menunggu teknologi silikon-karbon semakin matang sebelum diterapkan pada perangkat masa depan.

Meski bocoran mengenai iPhone 18 Pro Max terdengar menjanjikan, seluruh informasi tersebut masih sebatas rumor yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh Apple. Kinerja sebenarnya baru dapat diketahui setelah perangkat dirilis dan menjalani pengujian langsung untuk mengukur daya tahan baterai dalam penggunaan sehari-hari.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.