• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Telkom Rampungkan Streamli...

Telkom Rampungkan Streamlining 10 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026

Senin, 06 Jul 2026, 18:50 WIB

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuntaskan program penyederhanaan atau streamlining terhadap 10 entitas anak usaha sepanjang semester pertama 2026. Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan sekaligus mendukung agenda penyederhanaan BUMN yang didorong Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Program streamlining juga menjadi salah satu pilar utama dalam strategi transformasi TLKM 30. Melalui kebijakan ini, Telkom menata kembali portofolio bisnis dengan mengoptimalkan entitas usaha, mengurangi tumpang tindih aktivitas bisnis, serta melepas lini usaha yang tidak lagi menjadi fokus utama perusahaan.

Ket. Foto: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuntaskan program penyederhanaan atau streamlining terhadap 10 entitas anak usaha sepanjang semester pertama 2026. Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan sekaligus mendukung agenda penyederhanaan BUMN yang didorong Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN. — Sumber: Istimewa

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat alokasi belanja modal untuk pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan layanan digital. Penataan portofolio dilakukan melalui tiga skema utama, yakni divestasi, merger, dan likuidasi, sehingga struktur grup perusahaan menjadi lebih ramping dan efektif.

Selain meningkatkan efisiensi, transformasi ini juga diarahkan untuk memperkuat perubahan Telkom dari model Operating Holding menjadi Strategic Holding melalui pendekatan Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan sinergi antarentitas sekaligus menciptakan pertumbuhan nilai perusahaan yang lebih berkelanjutan.

Dalam struktur baru tersebut, Telkom sebagai Holding Company akan berfokus pada pengelolaan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi sinergi, serta penciptaan nilai bagi seluruh segmen usaha. Sementara itu, aktivitas operasional akan dijalankan oleh Operating Company yang terbagi ke dalam segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan penyederhanaan portofolio merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang lebih adaptif menghadapi perkembangan industri digital yang terus berubah.

"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas."

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan penyederhanaan terhadap 10 entitas melalui sejumlah aksi korporasi strategis. Pada skema divestasi, perusahaan berhasil melepas dua entitas yang ditandai dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Selain itu, Telkom juga menuntaskan penggabungan dua entitas melalui skema vertical merger untuk memperkuat kapabilitas bisnis. Sementara enam entitas lainnya memasuki tahapan pembubaran atau likuidasi setelah melalui proses evaluasi terhadap relevansi bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusinya terhadap strategi jangka panjang perusahaan.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap entitas yang dipertahankan mampu memberikan nilai tambah terhadap pengembangan bisnis TelkomGroup. Dengan struktur organisasi yang lebih sederhana, perusahaan optimistis mampu meningkatkan efektivitas operasional sekaligus memperkuat fokus pada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.

"Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global," jelas Seno.

Dalam pelaksanaannya, Telkom memastikan seluruh proses streamlining dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Business Judgment Rule (BJR). Setiap keputusan strategis juga disusun berdasarkan kajian menyeluruh serta melibatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN.

Perusahaan turut memastikan penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak-hak seluruh karyawan terdampak. Salah satu langkah yang ditempuh ialah pelaksanaan Early Retirement Program (ERP) secara sukarela dan berdasarkan kesepakatan bersama, yang pada 2026 difokuskan pada level Operating Company.

Melalui transformasi tersebut, Telkom menargetkan terbentuknya organisasi yang semakin adaptif, efisien, serta memiliki kapabilitas talenta digital yang lebih kuat. Program streamlining juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan hingga 2030 untuk memperkokoh fundamental bisnis sekaligus meningkatkan daya saing Telkom di industri telekomunikasi dan digital.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.