Gubernur Pramono: Esensi Marhaenisme Adalah Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat Bawah

Minggu, 05 Jul 2026, 12:15 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme tetap memiliki relevansi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, semangat keberpihakan kepada rakyat tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi yang menghadirkan berbagai pandangan mengenai relevansi Marhaenisme di era modern.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme tetap memiliki relevansi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, semangat keberpihakan kepada rakyat tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pramono mengapresiasi terbitnya buku tersebut sebagai bagian dari upaya memperkaya tradisi intelektual di Indonesia. Ia menilai karya tersebut dapat menjadi referensi bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memahami berbagai persoalan kebangsaan secara lebih komprehensif.

"Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga berbagai dinamika sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk memperluas perspektif, mengasah pemikiran kritis, dan memahami berbagai persoalan secara lebih utuh," ujarnya.

Menurut Pramono, nilai-nilai Marhaenisme yang menekankan keberpihakan kepada masyarakat, semangat gotong royong, serta pengurangan ketimpangan sosial masih sangat relevan dalam pembangunan saat ini. Namun, ia menegaskan nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, implementasi nilai-nilai tersebut harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di pemerintahan.

"Sering kali kita berbicara tentang Marhaenisme dalam ruang diskusi, tetapi implementasinya tidak mudah dilakukan secara konkret. Bagi saya, esensinya adalah bagaimana pemerintah mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling bawah," tuturnya.

Sebagai bentuk implementasi, Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempertahankan berbagai program yang berorientasi pada pelayanan publik. Salah satunya di sektor kesehatan melalui dukungan terhadap layanan yang diberikan oleh 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu milik pemerintah.

Selain kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi fokus utama Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Program Pemutihan Ijazah, hingga pemberian ratusan ribu beasiswa terus diperkuat agar semakin banyak warga memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Pramono juga mengungkapkan bahwa mulai tahun depan Pemprov DKI Jakarta akan menghadirkan program beasiswa daerah yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengembangkan potensi diri sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masa depan bangsa.

Di akhir sambutannya, Pramono berharap peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z mampu mendorong lahirnya generasi muda yang lebih kritis, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial. Ia juga mengajak anak muda untuk aktif berdiskusi dan menghadirkan gagasan yang mampu memberikan solusi bagi pembangunan kota maupun bangsa.

"Jakarta membutuhkan generasi muda yang aktif berdiskusi, berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta berani menghadirkan gagasan bagi masa depan kota dan bangsa. Kemajuan Indonesia selalu lahir dari keberanian untuk berpikir, berdialog, dan mencari solusi bersama," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.