- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dihantui Rudal Presisi AS-...
Dihantui Rudal Presisi AS-Israel, Pemimpin Baru Iran Absen dari Pemakaman Ayahnya
Jumat, 03 Jul 2026, 19:46 WIBTEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan tidak akan menghadiri pemakaman ayahnya, Ali Khamenei, karena alasan keamanan.
Dari Times of India, keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran bahwa kemunculannya di hadapan publik dapat dimanfaatkan sebagai peluang serangan oleh Israel.
Informasi tersebut disampaikan Ayatollah Hakim Elahi, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di India, yang menyebut ancaman Israel serta kemampuan pengintaian musuh menjadi alasan utama absennya Mojtaba dari prosesi pemakaman.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Perang AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu menunjukkan kemampuan kedua negara melancarkan serangan presisi jarak jauh terhadap sasaran bernilai tinggi. Dalam operasi tersebut, kediaman Ali Khamenei dilaporkan berhasil dihantam secara akurat hingga menewaskan pemimpin Iran yang telah berkuasa selama puluhan tahun.
Amerika Serikat dan Israel selama bertahun-tahun mengembangkan jaringan intelijen, satelit, pesawat nirawak, serta rudal berpemandu presisi yang mampu menyerang target tertentu dengan tingkat akurasi sangat tinggi. Israel, misalnya, dikenal menggunakan rudal berpemandu presisi dan amunisi cerdas yang didukung informasi intelijen secara real-time untuk membidik tokoh penting maupun fasilitas strategis. Sementara itu, AS mengandalkan kombinasi rudal jelajah, bom berpemandu GPS, hingga pesawat siluman untuk menyerang sasaran bernilai tinggi dengan risiko kerusakan di luar target yang lebih kecil. Meski demikian, tingkat keberhasilan setiap operasi tetap bergantung pada kualitas intelijen, kondisi lapangan, dan sistem pertahanan lawan.
Laporan juga menyebut Mojtaba sebelumnya tidak menghadiri pemakaman istrinya, Zahra Haddad-Adel, yang turut tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Di tengah situasi itu, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada Washington setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dilaporkan menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei merupakan target untuk dibunuh.
Araghchi menegaskan Amerika Serikat memiliki kewajiban berdasarkan nota kesepahaman (MoU) 14 poin yang mengakhiri konflik untuk menahan tindakan Israel. Menurutnya, jika ancaman terhadap kepemimpinan Iran terus berlanjut, Teheran akan memberikan respons yang cepat dan keras.
Sementara ketegangan militer masih membayangi, jalur diplomasi tetap berlangsung. Qatar dan Pakistan dilaporkan telah menggelar pertemuan terpisah dengan delegasi AS dan Iran di Doha. Kedua pihak disebut sepakat melanjutkan pembahasan setelah rangkaian pemakaman Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 4â9 Juli di sejumlah kota di Iran dan Irak.
- Perang Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Pertimbangkan untuk Berperang Habis-habisan dengan Iran
-
Dewan Keamanan Iran Mengkonfirmasi Perang akan Segera Berakhir
-
Pesan Terbaru Iran Picu Pertanyaan Tentang Suksesi Mojtaba Khamenei.
-
Kesepakatan Damai AS dengan Republik Islam Iran Telah Tercapai, Penandatanganan pada 19 Juni
-
Pilot-pilot F-5 Iran Ungkap Kisah Serangan Jauh di Garis Belakang Lawan, Pangkalan Udara AS Kuwait
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.