Mempercepat Eliminasi TBC Melalui Terapi Pencegahan TBC di Gorontalo

Selasa, 30 Jun 2026, 22:57 WIB

Gorontalo - Pemerintah Provinsi (pemprov) Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui implementasi terapi pencegahan TBC.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Selasa, mengatakan percepatan eliminasi TBC antara lain dengan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan.

Ket. Foto: Pelatihan penanggulangan TBC bagi tenaga kesehatan di Fasyankes Provinsi Gorontalo. — Sumber: Antara

"Saya secara resmi membuka pelatihan penanggulangan TBC bagi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)," kata Anang.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung percepatan eliminasi TBC pada tahun 2030.

Peserta dibekali peningkatan kompetensi mulai dari penemuan kasus, diagnosis, tata laksana pasien, investigasi kontak, pengendalian infeksi, sampai implementasi Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kelompok berisiko.

Menurutnya, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban kasus tertinggi di Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah terus memperkuat strategi eliminasi melalui peningkatan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta perluasan cakupan TPT.

TPT diberikan kepada individu yang berisiko tinggi, seperti kontak serumah pasien TBC dan kelompok rentan lainnya yang telah dipastikan tidak menderita TBC aktif, untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit.

Strategi ini dinilai efektif dalam memutus rantai penularan dan menekan munculnya kasus baru.

Anang mengatakan tenaga kesehatan memiliki peran sentral dalam mewujudkan target eliminasi TBC. Tidak hanya mampu menemukan dan mengobati pasien, lanjutnya, tenaga kesehatan juga harus mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui pelaksanaan TPT secara tepat sasaran.

Tenaga kesehatan, lanjutnya, harus mampu mengidentifikasi kontak erat, melakukan skrining sesuai standar, dan memberikan TPT kepada sasaran yang memenuhi syarat.

"Dengan demikian kita tidak hanya menyembuhkan pasien, tetapi juga mencegah lahirnya kasus-kasus baru,” kata Anang.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan program penanggulangan TBC.

Pelayanan sesuai standar, didukung deteksi dini, investigasi kontak yang berkualitas dan pemberian TPT secara tepat akan meningkatkan cakupan layanan, sekaligus mempercepat penurunan angka kesakitan akibat TBC di Gorontalo.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.

"Mari kita jadikan setiap layanan kesehatan sebagai garda terdepan dalam menemukan kasus, memberikan pengobatan berkualitas, serta memperluas cakupan TPT demi mencapai eliminasi TBC tahun 2030,” katanya.

Sebagai bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan yang mengedepankan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan, pelatihan ini menghadirkan inovasi dengan mengintegrasikan materi Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat ke dalam kurikulum.

Langkah ini bertujuan membekali petugas TBC di puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan komunikasi dasar yang ramah disabilitas, sehingga pasien tuli dapat memperoleh informasi, edukasi, dan layanan kesehatan, secara lebih efektif tanpa hambatan komunikasi.

Melalui pelatihan ini, Dinkes PPKB Provinsi Gorontalo berkomitmen terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan agar mampu memberikan layanan TBC yang komprehensif, berpusat pada pasien.

Termasuk mengoptimalkan implementasi TPT sebagai langkah strategis dalam mencegah penularan dan mewujudkan masyarakat Gorontalo yang lebih sehat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.