Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Kolaborasi untuk Tata Ulang Teras Cihampelas

Jumat, 24 Jul 2026, 02:21 WIB

KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi menata ulang kawasan Teras Cihampelas setelah proses administrasi pengalihan aset memasuki tahap verifikasi oleh instansi terkait.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan dokumen pengalihan aset Teras Cihampelas telah ditandatangani dan saat ini menunggu proses verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Dalam Negeri.

Ket. Foto: Situasi Teras Cihampelas saat masih dibuka untuk kunjungan masyarakat saat berwisata di Kota Bandung, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Rubby Jovan

“Konsekuensinya adalah kolaborasi. Ini konsekuensi yang menyenangkan karena pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa bersama-sama melakukan penataan kawasan,” kata Farhan di Bandung, Kamis (23/7).

Menurut dia, pengalihan aset tersebut justru membuka peluang kolaborasi yang lebih kuat antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam melakukan penataan kawasan Teras Cihampelas.

“Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah menandatangani suratnya, sekarang tinggal proses administrasi antar badan aset dan verifikasi,”ujarnya.

Farhan mengungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah meminta agar struktur Teras Cihampelas dibongkar terlebih dahulu sebagai langkah awal revitalisasi kawasan tersebut.

“Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan,” katanya.

Ia menjelaskan konsep penataan kawasan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, arah revitalisasi akan mengembalikan fungsi ruang publik dengan menghadirkan suasana yang lebih nyaman bagi pejalan kaki.

“Yang pasti, pertama adalah membongkar Teras Cihampelas untuk mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon,” ucap Farhan.

Selain aspek lingkungan, penataan ulang juga akan memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sepanjang Jalan Cihampelas agar kawasan tersebut tetap menjadi pusat wisata dan perdagangan.

Farhan menyebut karakter kawasan Cihampelas kemungkinan akan menyesuaikan dengan perkembangan tren masyarakat.

Menurut dia, sektor kuliner dan perhotelan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan meski tren perdagangan jeans tidak lagi seperti sebelumnya.

“Optimalisasi pelaku bisnis di kiri dan kanan jalan juga menjadi perhatian. Mungkin nanti Cihampelas tidak lagi identik dengan penjualan jeans karena tren masyarakat sudah bergeser. Namun sektor kuliner dan perhotelan tetap memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” katanya.

Meski demikian, Farhan belum memastikan waktu pelaksanaan pembongkaran Teras Cihampelas karena masih menunggu keputusan dan kesiapan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ant

  • Teras Cihampelas

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.