Darurat Bencana, 24 Kecamatan Tangerang Terendam

Kamis, 15 Jan 2026, 05:12 WIB

TANGERANG - Sebelumnyabanjir Kabupaten Tangerang baru melanda enam kecamatan, kini meluas sudah mencapai 24 kecamatan yang terendam. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, menetapkan status tanggap darurat bencana. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik,Rabu (14/1), mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir ssejak Minggu (11/1).

“Kita mengeluarkan status tanggap darurat atas dasar potensi tingginya curah hujan yang mengakibatkan luasan bencana banjir. Jadi pemerintah harus mengantisipasi terkait hasil perkiraan cuaca BMKG,” ujarnya. Taufik menuturkan, kebijakan ini juga bertujuan mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar para korban, serta koordinasi lintas sektor. Harapannya bisa mengurangi dampak yang lebih luas.

Ket. Foto: Warga melintasi jalan yang tergenang banjir menggunakan perahu rakit di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1). Banjir setinggi 60 centimeter hingga dua meter akibat luapan Sungai Cidurian tersebut dipicu tingginya intensitas hujan dalam tiga hari terakhir . Ratusan rumah terendam. — Sumber: Antara/Putra M. Akbar

Langkah itu, katanya, juga bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir. Kemudian sejak tanggal 11 Januari sampai sekarang ternyata banjir terus terjadi. Ini makin parah karena biasanya banjir hanya 20 centimeter. Sekarang sudah mencapai dua meter dan meluas.

Selama masa tanggap darurat, Pemkab Tangerang bakal terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan. Sebab intensitas hujan masih cukup tinggi di Tangerang. Jumlah korban mencapai 50.000 orang dari 10.000 KK. Sebagai upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama.

Langkah awal yang bakal dilakukan membangun fasilitas pompa air, normalisasi, hingga pembukaan pintu air.Ini akan dilakukan khususnya di Kosambi dan wilayah-wilayah lain relatif hampir mirip. Contoh di Kosambi kemungkinan akan dibangun saluran air dan normalisasi sungai, serta ditambah rumah-rumah mesin pompa.

Butuh Bantuan

Sementara itu, ratusan korban bencana alam banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, membutuhkan bantuan logistik sandang pangan hingga obat-obatan. Di wilayah ini air mencapai dua meter merendam 222 rumah. “Paling dibutuhkan adalah makanan seperti mie instan dan telur. Juga obat-obatan,” ungkap Ketua RW 03, Viktor Silaen di Tangerang, Rabu.

Ia bilang, bantuan bahan pokok ini sangat diperlukan para korban bencana banjir. Mereka telah menjadi korban selama empat hari sejak Minggu (11/1).Dia mengharapkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera turun langsung membantu masyarakat.

“Hingga kini sama sekali belum ada bantuan pemerintah. Kami berharap pemkab segera mengirim bantuan kebutuhan para korban banjir,” tuturnya. Viktor mengaku, untuk penanganan sementara, masyarakat setepat secara swadaya dan bergotong royong telah membangun tenda dan dapur darurat bagi para pengungsi.

Dia memperkirakan jumlah mengungsi akan terus bertambah karena banjir semakin meluas akibat luapan Sungai Cidurian. Bahkan. “Ketinggian air sudah sampai dua meter untuk khusus Perumahan Taman Cikande,” ungkapnya.

  • darurat banjir

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.