- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korban Gempa Venezuela Tem...
Korban Gempa Venezuela Tembus 1.450 Jiwa, Harapan Menipis
Selasa, 30 Jun 2026, 00:00 WIBLA GUAIRA, Venezuela â Harapan untuk menemukan korban selamat mulai memudar pada Senin (29/6), lebih dari empat hari setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela. Warga pun semakin frustrasi terhadap respons pemerintah dalam menangani bencana yang telah menewaskan sedikitnya 1.450 orang dan membuat puluhan ribu lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Dilansir dari AFP, tim penyelamat dari Prancis dan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (28/6) berhasil menemukan seorang pria dan putra remajanya dalam keadaan hidup di bawah reruntuhan bangunan di Caraballeda, sekitar 40 kilometer di utara Caracas. Keberhasilan penyelamatan tersebut sempat menghadirkan secercah harapan di tengah tragedi yang melanda negara yang masih bergulat dengan krisis ekonomi berkepanjangan.
Namun, harapan itu kembali menipis setelah masa krusial 72 jam untuk menyelamatkan korban yang terjebak reruntuhan telah terlewati. Selain korban jiwa, jutaan warga diperkirakan kini kekurangan akses terhadap sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya akibat salah satu bencana gempa paling dahsyat yang pernah terjadi di Amerika Latin.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan sebanyak 774 bangunan mengalami kerusakan berat akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi pada Rabu malam. Dari jumlah tersebut, 189 bangunan dilaporkan runtuh total.
Rekaman udara AFPTV di La Guaira, salah satu wilayah yang paling parah terdampak, memperlihatkan kepulan asap membumbung dari tumpukan beton dan puing-puing di kawasan yang sebelumnya dipenuhi bangunan bertingkat.
Di kota pesisir Tucacas, tim penyelamat terus menggali reruntuhan kompleks bangunan yang ambruk untuk mencari korban yang masih mungkin bertahan hidup.
Luis Salas (27), salah seorang relawan penyelamat, mengaku pengalaman paling berat adalah ketika harapan berubah menjadi kenyataan pahit.
"Bagian tersulit adalah ketika kami masih memiliki harapan saat memasuki lorong-lorong reruntuhan, merangkak, membersihkan puing-puing, bekerja sepenuh hati dengan keyakinan besar. Namun ketika kami mencapai lokasi yang kami tuju, kami justru menemukan mereka sudah tidak bernyawa," ujarnya kepada AFP.
Para ahli menyebutkan 72 jam pertama setelah bencana alam merupakan periode paling menentukan untuk menyelamatkan korban yang masih hidup. Setelah itu, operasi pencarian umumnya berubah menjadi proses evakuasi jenazah.
Di kawasan San Bernardino, Caracas, para relawan memanjat reruntuhan bangunan sambil menggunakan bor untuk memecah beton dan membentuk rantai manusia guna mengangkat puing-puing secara manual.
Sementara di Chacao, layar elektronik besar yang biasanya digunakan untuk iklan kini menampilkan foto-foto warga yang masih dinyatakan hilang.
Rodriguez mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus bertambah. Selain 1.450 korban meninggal, sedikitnya 3.150 orang mengalami luka-luka.
Minim Bantuan
Di kota pesisir La Guaira, Hector Aguilera datang mencari empat anggota keluarganya yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
"Kami tidak memiliki dukungan untuk mengeluarkan keluarga kami. Kami tidak bisa melakukannya sendiri. Mereka tertimbun di sana. Kami tahu mereka sudah meninggal, tetapi kami tetap berada di sini," katanya.
Di tengah upaya penyelamatan yang masih berlangsung, kemarahan masyarakat terhadap lambatnya penanganan pemerintah mulai meningkat.
Eduardo Cardozo, relawan di Tucacas, mengaku frustrasi karena meyakini sebagian korban sebenarnya masih bisa diselamatkan apabila proses pencarian dilakukan lebih cepat.
"Sangat membuat frustrasi mengetahui bahwa sebagian korban mungkin masih bisa diselamatkan jika pencarian dilakukan tepat waktu," ujarnya.
Di kawasan Tanaguarena, La Guaira, seorang warga bahkan meminta para prajurit ikut membantu proses evakuasi.
"Negara ini membutuhkan kalian. Letakkan senjata dan angkat cangkul serta sekop," serunya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkot Banjarmasin Mematangkan Konsep Program Kawasan Peradaban
-
DPKP Kalsel Perkuat Pengendalian Hama untuk Jaga Produksi Padi
-
Puncak Bogor Ditata Besar-besaran, Pemerintah Prioritaskan Destinasi Wisata Nasional
-
ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Perkuat UMKM dan Dukung Program Kota Parfum
-
Kabupaten Ciamis Mencabut Status Darurat Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.