Inggris Dikepung Kekeringan Parah, 27 Juta Warga Hadapi Krisis Air

Rabu, 12 Agu 2026, 01:07 WIB

LONDON - Lebih dari dua pertiga wilayah Inggris kini secara resmi mengalami kekeringan setelah negara tersebut mencatat bulan Juli paling kering dimulai tahun 1836.

Keempat wilayah yang ditetapkan mengalami kekeringan, Selasa (11/8), ialah East Midlands, Lincolnshire dan Northamptonshire, Kent dan East Sussex, serta Solent dan South Downs.

Ket. Foto: Dasar Danau Hollow Pond dan Leyton Flats di dekat Wanstead, London timur, yang telah mengering dan retak, terlihat pada Selasa (11/8) setelah berminggu-minggu dilanda cuaca panas dan kering, yang menyebabkan lebih dari separuh wilayah Inggris dinyatakan mengalami kekeringan. — Sumber: AFP/HENRY NICHOLLS

Wilayah tersebut bergabung dengan sekitar separuh dari wilayah Inggris dan seluruh Wales, yang sudah terdampak kondisi kekeringan.

Keputusan itu diambil oleh Kelompok Kerja Kekeringan Nasional (National Drought Group), yang terdiri atas regulator, pejabat pemerintah, perusahaan air minum, dan organisasi pertanian.

"Bersama dengan wilayah-wilayah yang diumumkan pekan lalu, sebagian besar wilayah negara ini (71,3 persen) kini mengalami kekeringan mendadak, yang berkembang sangat cepat akibat kombinasi curah hujan yang sangat rendah dan suhu yang lebih tinggi," menurut pernyataan kelompok kerja itu.

Sekitar 45 juta orang kini tinggal di sejumlah wilayah Inggris yang terdampak kekeringan itu, dengan lebih dari 27 juta di antaranya mengalami pembatasan penggunaan air, kata laporan itu.

"Kondisi kekeringan semakin memburuk dan akan terus berlanjut hingga kita mendapatkan curah hujan yang signifikan dan berkelanjutan. Kami menyadari bahwa cuaca panas dan kering ini benar-benar berdampak buruk pada sektor pertanian dan akan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan kita," kata Tony Grayling, ketua Kelompok Kerja Kekeringan Nasional, dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Menteri Urusan Perairan Inggris Emma Hardy, yang menghadiri rapat Kelompok Kerja Kekeringan Nasional tersebut pada Selasa (11/8), mengatakan pihaknya menyadari beratnya musim panas kini, khususnya bagi para petani yang bekerja keras dan berada di garis depan dalam menghadapi perubahan iklim, serta meningkatnya frekuensi banjir dan kekeringan.

"Kami meningkatkan dukungan kami, termasuk berupaya memudahkan para petani untuk membangun lebih banyak waduk irigasi di lokasi mereka. Kami juga mewujudkan perubahan jangka panjang di sektor air untuk mengurangi kebocoran dan menyediakan sembilan waduk baru dan skema transfer air guna menjamin pasokan," kata Hardy.

Peringatan kesehatan terkait panas telah ditingkatkan di seluruh Inggris menjelang kenaikan cuaca panas ekstrem selama sepekan, dengan suhu tertinggi diperkirakan mencapai 36 derajat Celcius di Inggris bagian tenggara pada Kamis (13/8).

Pada Juli lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat 2.877 kematian akibat gelombang panas pada Mei dan Juni. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah kematian pada musim panas 2025 yang tercatat 1.504.

Pada Kamis (30/7), kekeringan dinyatakan terjadi di Wales akibat kondisi yang memburuk karena suhu tinggi secara terus-menerus.

Kekeringan juga terjadi di sekitar separuh wilayah Inggris pada Juli lalu, setelah curah hujan mencapai rekor terendah dan suhu tinggi berlangsung dalam waktu lama. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.