Washington Gagal Berdiplomasi, Iran Tuduh AS Kembali Andalkan Sanksi Ekonomi

Rabu, 12 Agu 2026, 01:12 WIB

MOSKOW - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Amerika Serikat (AS) menggunakan sanksi ekonomi ketika tidak mampu menjalankan diplomasi, dan hal tersebut telah menjadi kebiasaan sekaligus ketergantungan.

“Menkeu AS membanggakan diri dengan upaya ‘mencekik’ Iran melalui sanksi ekonomi. Di luar kesan berlebihan yang ditimbulkannya, klaim tersebut menjadi bukti nyata ketergantungan kompulsif Amerika pada sanksi. Setiap kali Washington terbukti tidak mampu menjalankan diplomasi, mereka kembali menggunakan sanksi; dan setiap kali sanksi tersebut gagal memberikan hasil, mereka hanya meningkatkan dosisnya,” kata Baghaei melalui X.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

“Ini bukan lagi ‘kebijakan’ - ini adalah ‘kebiasaan’; dan yang lebih berbahaya, ini merupakan kecanduan yang telah menggantikan pemikiran itu sendiri,” tambahnya.

Ia mengatakan Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.

Ia juga memperingatkan para politisi Amerika bahwa dengan mempertahankan kebiasaan tersebut, mereka justru dapat “mencekik peluang terakhir mereka untuk keluar dari krisis yang mereka ciptakan sendiri dengan cara yang tidak terlalu memalukan.”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya telah membatalkan serangan terhadap Iran seiring dengan semakin dekatnya kesepakatan perdamaian yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis jalur yang akan dilalui kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.