Trump Ancam Akan Musnahkan Iran setelah Serangan Terbaru

Senin, 29 Jun 2026, 01:05 WIB

TEHERAN - Teheran pada Minggu (28/6) mengatakan telah melakukan serangan balasan di hari ketiga atas serangan Amerika Serikat (AS) di wilayah Iran. Kedua negara yang bertikai itu saling menuduh melanggar gencatan senjata yang rapuh, sehingga memperketat negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Penyampaian tersebut menegaskan kerapuhan proses perdamaian yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel pada Februari, sehingga mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz dan mengguncang pasar energi global.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Kent NISHIMURA/AFP

Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa mereka mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz yang vital dan kapal-kapal yang melanggar akan ditindak lebih tegas daripada sebelumnya.

Satu-satunya jalur resmi yang diizinkan oleh Teheran melewati koridor yang membentang di sepanjang pantai Iran.

Pasukan Garda Revolusi mengatakan bahwa mereka juga telah melakukan serangan balasan di Kuwait dan Bahrain.

Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan serangan itu menghancurkan delapan fasilitas militer AS yang penting di pangkalan Ali al-Salem di Kuwait dan di pangkalan angkatan laut Armada Kelima di Port Salman di Bahrain.

“Setiap agresi musuh, apa pun dalihnya, bahkan terhadap target yang tidak penting akan mendapat tanggapan yang menghancurkan,” kata Garda Revolusi.

Menurut kementerian dalam negeri Bahrain, sirene serangan udara berbunyi dua kali di Bahrain pada hari Minggu.

Sebuah nota kesepahaman dicapai pada pertengahan Juni di bawah mediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen. Teks yang ditandatangani oleh AS dan Iran menyatakan bahwa kedua negara, dan sekutu masing-masing, tidak boleh memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain dan harus menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain”.

Tidak Bersikap Rasional

Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran “tidak akan ada lagi” jika AS dipaksa untuk melanjutkan perang. Ancaman itu muncul setelah pasukan AS mengatakan mereka menyerang beberapa target Iran pada hari Sabtu sebagai respons balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

“Pesawat-pesawat AS baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!” tulis Trump di Truth Social.

“Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan akan terpaksa menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” tulis Trump.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.