Pemerintah Perlu Perkuat Anggaran Riset Nasional
Senin, 29 Jun 2026, 03:15 WIBJakarta â Pemerintah didorong memastikan rencana penambahan anggaran riset tidak berhenti pada peningkatan alokasi dana semata, tetapi benar-benar diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, ketahanan energi, hingga penguatan daya saing industri nasional.
Seperti dikutip dari Antara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat ekosistem riset nasional dengan menambah anggaran penelitian, terutama bagi riset yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Menjawab pertanyaan wartawan usai penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Minggu (28/6), Prasetyo mengatakan Presiden telah memberikan arahan untuk menambah anggaran riset sekitar 4 triliun rupiah.
Menurut dia, tambahan anggaran tersebut perlu diikuti dengan penyusunan peta jalan riset nasional yang terintegrasi agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun pemborosan sumber daya. Penyusunan grand design riset dilakukan melalui koordinasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
âJadi peta jalan riset seperti tadi, bukunya kan sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan, semua harus dalam satu grand design,â kata Prasetyo.
Ia menjelaskan arah utama riset nasional harus difokuskan pada penelitian yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan menjadi kebijakan maupun inovasi di lapangan.
âMisalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke CNG. Riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi,â ujarnya.
Sejumlah kalangan menilai komitmen penambahan anggaran tersebut perlu dibarengi dengan penguatan tata kelola riset, penyederhanaan birokrasi pendanaan, serta hilirisasi hasil penelitian agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat dimanfaatkan oleh dunia industri maupun pemerintah.
Tantangan Global
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo mengatakan Presiden juga mengajak perguruan tinggi, akademisi, dan para peneliti untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan KSTI menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh potensi nasional mampu bersatu menghadapi tantangan global yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan sains dan teknologi.
âSemua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia,â kata Presiden.
Presiden juga mendorong perguruan tinggi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, pemerintah diharapkan mampu memastikan hasil riset benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, transformasi industri, dan kemandirian teknologi Ânasional.
Di sisi lain, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria meminta para peneliti meningkatkan kualitas proposal riset agar mampu memanfaatkan tambahan anggaran yang telah disediakan pemerintah secara optimal.
âPemerintah telah memberikan tambahan anggaran riset yang cukup besar. Namun, hingga saat ini jumlah proposal penelitian yang masuk masih jauh di bawah target yang diharapkan,â ujar di Jakarta.
Menurut dia, tantangan utama riset nasional saat ini bukan lagi terbatas pada ketersediaan anggaran, melainkan masih minimnya proposal penelitian yang berkualitas, terukur, inovatif, dan memiliki dampak nyata bagi pembangunan. YK/and
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.