Janger Gianyar Menampilkan Kisah Pemuliaan Jiwa di PKB 2026

Senin, 29 Jun 2026, 22:55 WIB

Denpasar - Duta Kabupaten Gianyar memukau penonton melalui pementasan Utsawa Janger Tradisi Remaja bertajuk "Pemuliaan Jiwa" dengan lakon Lantang Aluh pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Penanggung Jawab Sekaa Janger Galuci Desa Adat Tegal Suci, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, I Wayan Degus Jaya, menjelaskan pementasan ini mengisahkan tentang panjangnya umur manusia yang bersumber langsung dari energi murni alam serta spirit kebersamaan masyarakat pedesaan Bali.

Ket. Foto: Duta Kabupaten Gianyar tampilkan pementasan Janger tradisi tentang pemuliaan jiwa di PKB 2026, Denpasar, Bali, Senin (29/6/2026). — Sumber: Antara

"Konsep busana dan musiknya berorientasi pada keindahan alam sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan berkah air dari Dewa Batara Danu, tanah dari Ibu Pertiwi, dan pangan dari Batari Sri untuk mencapai kesempurnaan hidup," kata dia di Denpasar, Senin.

Sajian seni klasik perwakilan dari gumi seni tersebut dibawakan secara apik dan dinamis oleh Sekaa Janger Galuci dari Desa Adat Tegal Suci, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang di panggung Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Centre.

Pementasan yang memukau penonton PKB 2026 ini berhasil merekonstruksi kembali tradisi Janger klasik asli yang sempat berkembang subur dan melegenda di kawasan Gianyar Utara.

Struktur karya seni tradisi remaja ini dibagi menjadi dua bagian pertunjukan utama, yaitu tari Janger serta lampan (seni peran) yang mengusung tradisi pemuliaan hasil alam.​

Secara keseluruhan, produksi kesenian sakral berskala besar ini tercatat melibatkan total sekitar 150 orang, yang sudah termasuk dengan jajaran panitia pendukung pementasan.

Khusus untuk penampil utama di atas panggung PKB 2026, formasi terdiri atas kombinasi dari 28 penari Janger, lima penari lakon, serta 25 penabuh gamelan.

​"Proses persiapan memakan waktu yang cukup panjang, yakni hampir delapan bulan dimulai sejak Oktober 2025. Sebelum tampil di PKB, tim sempat melakukan uji coba pementasan di Gianyar terlebih dahulu," kata Degus Jaya.

Latihan intensif tersebut tetap berjalan maksimal meskipun para seniman menghadapi tantangan geografis karena beberapa anggota tim berasal dari luar daerah Tegallalang.

"Dalam pementasan ini, saya sebagai penari Kecak saya merasa sedikit gugup, namun tetap berusaha untuk percaya diri dalam pementasan ini," ujar I Wayan Sukayasa, salah satu penari, ketika menceritakan dinamika mentalnya.

Dengan sukses membawakan Janger tradisi tentang pemuliaan jiwa, ia berharap pementasan ini terus eksis berkelanjutan.

Sukayasa juga mengajak remaja lainnya tidak apatis dan terus bersama melestarikan kesenian klasik.

  • Pesta Kesenian Bali

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.