Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
Kamis, 13 Agu 2026, 08:20 WIBJAKARTA â Rupiah berpotensi kembali tertekan seiring penguatan dollar AS yang didorong meningkatnya ketiÂdakpastian akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut dapat mendorong investor mengÂalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, sehingga permintaan dollar meningkat dan memberi tekanan tamÂbahan terhadap rupiah.Â
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menuturkan bahwa indeks dollar AS bergerak menguat di perdagangan Rabu (12/8) seiring memanasnya konflik antara AS dan Iran yang meminimalkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah tehadap dollar AS dalam perdagagan di pasar uang antarbank berÂgerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.870 persen hingga 17.940 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (12/8), bergerak melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi 17.877 rupiah per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.861 per dollar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan peleÂmahan rupiah dipengaruhi perkembangan negosiasi antara AS dengan Iran. âPerkembangan negosiasi antara AS dan Iran akan mempengaruhi harga minyak,â ucapnya di Jakarta.
Sputnik melaporkan Iran mengajukan beberapa syaÂrat pembukaan kembali Selat Hormuz kepada AS melalui mediator, termasuk penghentian agresi di seluruh kawasan termasuk Lebanon dan Palestina, serta pengembalian aset yang dibekukan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Warga Diteror Ribuan Kutu Beras, Bulog Karawang Tindaklanjuti
-
Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
-
Dongkrak Transaksi Aset Kripto di Tengah Demam Bola, Pintu Gelar Kompetisi Trading
-
Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sudah Layak Turun, Bisa Ringankan Beban Kelas Menengah dan Dongkrak Daya Beli
-
Tradisi Jamasan Gangsa Wayang Orang Sriwedari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.