Xavi Hernandez Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030

Kamis, 13 Agu 2026, 08:02 WIB

AMSTERDAM — Tim nasional Belanda memasuki era baru dengan menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala. Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan Xavi sebagai pengganti Ronald Koeman dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030.

Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam karier kepelatihan Xavi. Pelatih asal Spanyol itu untuk pertama kalinya dipercaya menangani sebuah tim nasional setelah sebelumnya menghabiskan seluruh pengalaman melatihnya di level klub.

Ket. Foto: Xavi Hernandez. — Sumber: Istimewa

Xavi, 46 tahun, terakhir menangani Barcelona. Ia meninggalkan klub Catalan tersebut pada 2024 setelah tiga musim berada di kursi pelatih.

Kini, Xavi mendapat tantangan besar untuk membangun kembali Belanda dan membawa Oranje menuju Piala Dunia 2030.

Xavi menggantikan Ronald Koeman yang mengakhiri periode keduanya sebagai pelatih Belanda.

Koeman kembali menangani tim nasional Belanda pada 2023 setelah sebelumnya memimpin Oranje pada periode 2018-2020.

Di bawah Koeman, Belanda mencapai semifinal Euro 2024. Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia tahun ini berakhir di babak 32 besar setelah disingkirkan Maroko melalui adu penalti.

Kegagalan tersebut akhirnya mengakhiri masa jabatan Koeman setelah turnamen.

Bagi Belanda, penunjukan Xavi merupakan keputusan yang cukup berani. Mantan gelandang Barcelona dan tim nasional Spanyol itu belum pernah menangani tim nasional sebelumnya.

Ia juga akan menjadi pelatih asing pertama Belanda sejak Ernst Happel, pelatih asal Austria yang memimpin Oranje pada Piala Dunia 1978.

Happel membawa Belanda hingga final Piala Dunia 1978 sebelum kalah dari tuan rumah Argentina.

Xavi tidak memiliki waktu panjang untuk beradaptasi. Pertandingan pertamanya sebagai pelatih Belanda akan langsung menghadirkan lawan berat.

Belanda dijadwalkan menghadapi Jerman pada 24 September dalam ajang Nations League.

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal bagi Xavi untuk menerapkan filosofi permainan yang selama ini identik dengan dirinya sebagai pemain maupun pelatih.

Semasa menjadi pemain, Xavi dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya. Ia merupakan bagian penting dari tim Barcelona yang meraih berbagai gelar di bawah Pep Guardiola serta skuad Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2008 serta 2012.

Sebagai pelatih Barcelona, Xavi juga berhasil mempersembahkan gelar LaLiga sebelum meninggalkan klub pada 2024.

Kini, pengalaman tersebut akan diuji dalam lingkungan yang berbeda. Xavi harus mengelola pemain dari berbagai klub, membangun identitas permainan dalam waktu terbatas, sekaligus menghadapi tekanan untuk membawa Belanda kembali bersaing di level tertinggi.

Kontrak hingga Piala Dunia 2030 menunjukkan bahwa federasi Belanda tidak sekadar mencari solusi jangka pendek. Xavi diberikan waktu untuk membangun tim yang mampu bersaing dalam beberapa turnamen besar.

Belanda memiliki generasi pemain dengan talenta besar yang tersebar di sejumlah klub elite Eropa. Tantangan Xavi adalah menyatukan mereka dalam sistem yang sesuai dengan filosofi sepak bolanya.

Dengan pengalaman sebagai pemain dan pelatih di level tertinggi, Xavi kini memiliki kesempatan membuktikan kemampuannya di panggung internasional.

Era baru Oranje akan dimulai melawan Jerman. Dari laga tersebut, publik Belanda akan mulai melihat apakah Xavi mampu membawa gaya permainan khasnya ke tim nasional sekaligus mengembalikan Belanda ke jajaran elite sepak bola dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.