Mahasiswa Mesti Pilah-pilah Informasi, Jangan Mudah Percaya Berita yang Belum Tentu Benar
Kamis, 13 Agu 2026, 09:23 WIBBANDARLAMPUNG â Saat ini begitu banyak berita berseliwerang dan belum tentu benar adanya. Maka, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengingatkan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) agar tidak mudah terpengaruh informasi berita bohong yang beredar di ruang digital.
"Kemampuan memilah informasi kini menjadi bagian dari aktualisasi bela negara. Sebab, perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi salah satu ruang yang dapat mempengaruhi kondisi sosial dan ketahanan bangsa," kata dia dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Lampung, Kamis.
Kristomei memberikan pembekalan bertajuk "Bela Negara Zaman Now"Â dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unila 2026 di Gedung Serba Guna Unila, Bandarlampung, Selasa (11/8).
Pembekalan itu diikuti 9.450 mahasiswa baru. Sebanyak 4.000 mahasiswa mengikuti kegiatan secara tatap muka, sementara 5.450 mahasiswa lainnya mengikuti secara daring.
Kristomei mengatakan pemahaman mengenai bela negara harus menyesuaikan perkembangan zaman. Bela negara, menurut dia, tidak lagi hanya dikaitkan dengan senjata, tentara maupun peperangan secara fisik.
"Bela negara zaman sekarang bukan lagi semata-mata tentang senapan dan tank. Medan perjuangan telah berubah. Perang informasi kini berada dalam genggaman kita melalui telepon seluler," ujarnya.
Ia mengatakan mahasiswa perlu memiliki sikap kritis ketika menerima informasi. Informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial tidak boleh langsung dipercaya ataupun disebarluaskan tanpa melalui proses pemeriksaan.
"Membaca secara menyeluruh, bertanya, memverifikasi sumber, dan memahami konteks informasi menjadi langkah yang perlu dilakukan agar masyarakat tidak terjebak hoaks dan disinformasi," ucapnya.
Selain persoalan ruang digital, Kristomei mengingatkan mahasiswa mengenai lima nilai dasar bela negara. Nilai tersebut meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Menurut dia, penerapan nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab anggota TNI atau aparat negara. Setiap warga negara dapat menjalankan bela negara sesuai profesi dan keahliannya.
"Apa pun pekerjaan dan keahlian kita, selama memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara, itu merupakan bagian dari bela negara," kata Kristomei.
Oleh karena itu, mahasiswa didorong menggunakan perkembangan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Ruang digital tidak seharusnya hanya menjadi tempat menerima informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berkarya, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, dan memperkuat persatuan.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari aktivitas sederhana, termasuk bagaimana bersikap dan bertanggung jawab ketika berada di ruang digital.
- Mahasiswa Baru
- Mahasiswa Unila
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah Jadi Rp16.724 per Dollar AS
-
Catat! CFD Jakarta Ditiadakan pada 31 Mei 2026 Saat Hari Raya Waisak
-
Harga Emas di Pegadaian Rabu Pagi: UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Turun
-
Pasca-Bencana Alam, KKP Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Aceh Besar
-
Keluarga Korban Kekerasan Brimob Harus Dibantu Mencari Keadilan Restitusi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.