BPBD Lebak Siapkan Mobil Tangki Antisipasi Krisis Air akibat Kemarau

Senin, 29 Jun 2026, 10:05 WIB

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyiapkan tiga mobil tangki untuk penanganan krisis air bersih menghadapi kekeringan sering musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta, di Rangkasbitung, Lebak, Senin (29/6), mengatakan pihaknya menyiapkan tiga kendaraan tangki air dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter untuk menyalurkan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Ket. Foto: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta. — Sumber: ANTARA

Selain itu, pihaknya kerja sama dengan PDAM Lebak untuk penyediaan air bersih.Bila masyarakat mengalami krisis air bersih, kata dia, bisa melaporkan ke BPBD melalui kepala desa setempat.

Ia mengatakan penyaluran air bersih secara gratis tanpa dipungut biaya, karena sudah menjalin kerja sama dengan PDAM Lebak.

Selain itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan BPBD Provinsi Banten dan perusahaan BUMN untuk menyiagakan kendaraan tangki yang siap mendistribusikan air bersih.

Berdasarkan pemetaan BPBD Lebak, jumlah desa yang rawan krisis air bersih tercatat sebanyak 90 desa.

"Kami siaga menghadapi kekeringan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pendistribusian air bersih," katanya.

Namun hingga kini, pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang mengalami krisis air bersih, meski kemarau sudah berlangsung beberapa pekan terakhir ini.

Ia mengatakan pengalaman tahun-tahun sebelumnya krisis air bersih pada musim kemarau tersebar di sejumlah kecamatan antara lain Kecamatan Sajira, Muncang, Cipanas, Cibadak, Warunggunung, Banjarsari, Cimarga, Cirinten, Bojongmanik, Cihara, Cilograng, Cileles, Gunungkencana, Maja dan Wanasalam.

Penyebab krisis air bersih itu, kata dia, antara lain tidak memiliki mesin pompa air dan belum tersentuh jaringan PDAM, serta tidak memiliki sumber air baku yang baik dari aliran sungai maupun sumber mata air.

Pihaknya terus melakukan penguatan mitigasi dan antisipasi bencana selama musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni sampai Desember 2026, termasuk bencana kebakaran pemukiman, kawasan hutan dan lahan, serta penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, pneumonia, dan ISPA.

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan penyakit menular agar tidak menimbulkan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)," katanya menjelaskan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin mengingatkan masyarakat agar pada musim kemarau  membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit menular, seperti diare, DBD, dan muntaber.

"Kami minta warga agar menjaga lingkungan bersih dan tidak buang air besar  di aliran sungai maupun kebun saat musim kemarau, karena berpotensi menimbulkan penyakit diare," kata Endang.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.