Kemenpar Bidik Indonesia Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Halal Melalui IIE 2026
Minggu, 28 Jun 2026, 18:50 WIBJAKARTA â Pembangunan ekosistem halal merupakan strategi untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional melalui integrasi sektor produksi, sertifikasi, pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran.
Ekosistem yang terhubung dengan baik tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen domestik dan global, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar halal yang terus berkembang.
Keberhasilannya bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga sertifikasi, dan industri keuangan syariah agar tercipta rantai nilai halal yang efisien, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat pariwisata ramah Muslim sekaligus memperluas kolaborasi dalam membangun ekosistem halal global yang berdaya saing dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan International Islamic Expo (IIE) 2026.
"Ini merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan, bertukar gagasan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan muslim-friendly tourism dan ekosistem halal global," kata Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Masruroh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (28/6).
Masruroh menjelaskan pameran dan forum bisnis internasional yang berlangsung pada 26â28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta itu mempertemukan pelaku industri pariwisata, penyelenggara perjalanan umrah dan haji, asosiasi, investor, buyer, serta perwakilan pemerintah dari berbagai negara.
Acara itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring, mempromosikan destinasi, serta membuka peluang kerja sama investasi dan bisnis di sektor pariwisata ramah Muslim.
Terlebih pertumbuhan wisatawan Muslim dunia membuka peluang yang semakin besar bagi destinasi yang mampu menghadirkan layanan berkualitas, pengalaman wisata yang autentik, serta lingkungan yang inklusif dan ramah bagi seluruh wisatawan.
Dengan kekayaan budaya, keindahan alam, keragaman kuliner, serta keramahan masyarakat, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi salah satu destinasi unggulan dalam pasar wisata ramah Muslim dunia.
Ia menambahkan, pengakuan internasional melalui Global Muslim Travel Index 2026 yang menempatkan Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim peringkat kedua dunia mencerminkan komitmen Indonesia dalam menghadirkan pariwisata berkualitas.
Pariwisata tersebut tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan mitra internasional dalam meningkatkan kualitas serta daya saing ekosistem pariwisata Indonesia. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra di dunia," kata Masruroh.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pariwisata terus memperkuat pengembangan pariwisata ramah Muslim melalui peningkatan kesiapan destinasi, kualitas layanan, aksesibilitas, serta penguatan kolaborasi dengan pelaku industri agar mampu menjawab kebutuhan pasar wisata global yang terus berkembang.
Masruroh menjelaskan, International Islamic Expo juga memiliki arti strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain mempertemukan pelaku usaha dan investor, forum ini memperluas jejaring bisnis serta menciptakan dampak ekonomi yang dirasakan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, hingga industri kreatif.
"Forum seperti ini memperkuat kemitraan internasional yang menjadi fondasi bagi pembangunan pariwisata yang semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.
Kementerian Pariwisata berharap penyelenggaraan International Islamic Expo 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan 2025, kegiatan ini diikuti lebih dari 120 peserta pameran dari 15 negara, menghadirkan 3.877 buyer, dan 22.802 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp105 miliar.
- Ekosistem Halal
- Kemenpar
- International Islamic Expo (IIE)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Revolusi Terapi Gen yang Berpotensi Sembuhkan Buta Warna
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
PLN Perkuat Keandalan Listrik Jawa-Bali dengan Enam IBT
-
Tahan Gempa dan Angin Kencang! Ini Spesifikasi Canggih SPPG Kementerian PU di Babel
-
Bulog Jatim Salurkan Beras kepada Lima Juta Lebih Penerima Manfaat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.