Hoaks Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Minta Warga Nahdliyin Jangan Mudah Terprovokasi

Minggu, 28 Jun 2026, 16:43 WIB

SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan seluruh warga Nahdliyin agar lebih waspada terhadap maraknya informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

Menurut Gus Ipul, tidak semua informasi yang beredar di dunia maya dapat dijadikan pegangan. "Banyak unggahan yang hanya berisi potongan fakta, bahkan ada pula yang merupakan hoaks maupun fitnah yang berpotensi memecah belah organisasi," ujarnya di Surabaya, Jumat (26/6).

Ket. Foto: Gus Ipul menjelaskan, lima provinsi masuk dalam daftar calon tuan rumah, yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

Karena itu, Gus Ipul mengajak seluruh pengurus NU di tingkat cabang hingga wilayah untuk menyambut Muktamar dengan kepala dingin, mengedepankan data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

Ia menegaskan, NU memiliki mekanisme organisasi yang matang dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat. Seluruh proses pengambilan keputusan, kata dia, akan dilakukan melalui forum resmi demi kepentingan jam'iyah dan kemaslahatan bersama.

Selain mengajak seluruh elemen NU menjaga suasana tetap kondusif, Gus Ipul juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

Terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Gus Ipul menjelaskan bahwa PBNU masih melakukan pembahasan. Lima provinsi masuk dalam daftar calon tuan rumah, yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Keputusan akhir akan ditetapkan setelah mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.