Pemprov Sulbar Percepat Pengembangan Ekonomi Syariah
Jumat, 26 Jun 2026, 19:15 WIBMAMUJU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) berkomitmen melakukan percepatan pengembangan ekonomi syariah di daerah itu.
"Percepatan dilakukan melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan ekosistem halal, pemberdayaan UMKM wirausaha syariah, penguatan industri halal, optimalisasi ziswaf hingga perluasan akses pembiayaan syariah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, di Mamuju, Jumat.
Junda Maulana menyampaikan itu, pada Tabligh Akbar Mandarpreneur Syariah (Madrasah) 2026 yang digelar Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulbar.
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia bersama KDEKS Sulbar tersebut mengangkat tema 'Akselerasi Ekonomi Syariah Sulawesi Barat melalui Halal Lifestyle dan Keuangan Keluarga yang Sehat'.
Kegiatan ini melibatkan ASN, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum dalam satu wadah ilmu dan silaturahmi.
Junda Maulana menyampaikan, ekonomi syariah, tidak hanya soal perbankan syariah atau sertifikasi halal, tetapi ekonomi syariah juga mencakup cara masyarakat memperoleh rezeki halal, mengelola keuangan bijak, mengkonsumsi produk halal-thayyib dan menebar manfaat.
Makna halal menurut dia, bukan hanya memilih makanan dan minuman halal, tapi juga bekerja jujur, mendapatkan penghasilan halal-thayyib, mengelola pengeluaran bijak, menghindari konsumtif berlebihan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk hal produktif.
"Kesadaran halal yang tumbuh akan mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas, memperhatikan aspek halal dan memperluas usaha," katanya.
Penguatan ekonomi syariah menurut Junda Maulana, harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yaitu keluarga
"Ketika keluarga mampu mengelola rezeki bijak dan menghindari praktik keuangan merugikan, maka lahirlah masyarakat yang lebih kuat, mandiri dan sejahtera," ujar Junda Maulana.
Ekonomi syariah lanjut dia, tidak hanya meningkatkan keberkahan, tapi juga membuka peluang usaha, lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ekonomi syariah tidak hanya meningkatkan keberkahan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Junda Maulana.
Pada kesempatan itu, Junda Maulana mengajak masyarakat mencintai produk halal UMKM lokal Sulbar.
Sekda berharap, melalui Tabligh Akbar ini akan lahir ruang dakwah membumi yang menghubungkan nilai Islam dengan kebutuhan nyata.
"Dari masjid, keluarga, pesantren, hingga UMKM, ekosistem ekonomi syariah inklusif, produktif, berkelanjutan dapat dibangun untuk mewujudkan Sulbar maju sejahtera," ujar Junda Maulana.
Sementara, Sekretaris DPRD Sulbar Arianto menilai Tabligh Akbar Madrasah menjadi momentum strategis untuk memperkuat literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Penguatan ekonomi syariah harus diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup halal dan pengelolaan keuangan keluarga yang sehat.
Tabligh Akbar Madrasah menurut Arianto sangat positif karena memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ekonomi syariah bukan hanya berkaitan dengan sektor keuangan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Jika dimulai dari keluarga, maka akan terbentuk masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera," ujar Arianto.
DPRD Sulbar kata dia, mendukung berbagai program yang mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah, termasuk pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengembangan industri halal di daerah.
"Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, KDEKS, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar ekonomi syariah semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulbar," kata Arianto.
- ekonomi syariah
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Amerika Serikat dan Ukraina Nilai Pembicaraan Miami Produktif
-
Menag Nasaruddin Umar Minta UIN Datokarama Palu Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan
-
Antonelli Pimpin Klasemen F 1 dan Siap Hadapi Tantangan Berikutnya
-
Purbaya Akan Obok-obok Rekening Para Pejabat Ditjen Pajak. Sebagian Pejabat Akan Dinonaktifkan Sementara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.