Amerika Serikat dan Ukraina Nilai Pembicaraan Miami Produktif

Selasa, 23 Des 2025, 01:00 WIB

MIAMI – Utusan Amerika Serikat (AS) dan Ukraina pada Minggu (21/12), mengeluarkan pernyataan bersama yang memuji pembicaraan di Miami sebagai “produktif dan konstruktif”, namun tidak mengumumkan adanya terobosan nyata dalam upaya mengakhiri perang dengan Russia.

Dilansir dari The Straits Times, perwakilan tingkat tinggi dari Ukraina dan Russia, serta para sekutu Eropa Kyiv, telah berada di Florida selatan selama beberapa hari terakhir untuk mengikuti serangkaian pertemuan terpisah yang difasilitasi oleh utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff.

Ket. Foto: Menlu, AS Marco Rubio (kedua dari kiri) dan Menhan Ukraina, Rustem Umerov saat perundingan perdamaian, November 2025. — Sumber: Foto: @rustem_umerov/X

Pertemuan-pertemuan tersebut merupakan bagian terbaru dari rangkaian manuver diplomatik selama beberapa pekan terkait rencana mengakhiri perang, setelah Washington pada November lalu mengajukan rencana 28 poin yang secara luas dipandang mencerminkan tuntutan Kremlin.

Rencana tersebut kemudian direvisi menyusul keterlibatan Ukraina dan negara-negara Eropa, meskipun isinya belum diungkapkan kepada publik.

“Selama tiga hari terakhir di Florida, delegasi Ukraina menggelar serangkaian pertemuan yang produktif dan konstruktif dengan mitra Amerika dan Eropa,” kata Witkoff dan kepala perunding Ukraina, Rustem Umerov, dalam pernyataan terpisah yang disampaikan melalui platform X.

Mereka menyebutkan bahwa pertemuan bilateral AS–Ukraina berfokus pada pengembangan dan penyelarasan posisi terkait “empat dokumen kunci”, yakni “rencana 20 poin”, “kerangka jaminan keamanan multilateral”, “kerangka jaminan keamanan AS untuk Ukraina”, serta “rencana ekonomi dan kemakmuran”.

“Perhatian khusus diberikan pada pembahasan jadwal dan tahapan langkah selanjutnya,” ujar mereka, tanpa mengumumkan rencana pertemuan lanjutan.

Penasihat keamanan nasional dari sekutu-sekutu Eropa Kyiv “juga turut bergabung dalam pembahasan untuk menyelaraskan pendekatan strategis bersama antara Ukraina, AS, dan Eropa”, demikian ditambahkan dalam pernyataan tersebut.

Utusan Russia Kirill Dmitriev juga berada di Florida selatan dan bertemu dengan delegasi AS, yang di antaranya mencakup miliarder pengembang properti Steve Witkoff serta menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Pada Minggu, Witkoff juga menyatakan bahwa pertemuannya dengan Dmitriev berlangsung “produktif dan konstruktif”.

Sebelumnya, Kremlin menyatakan bahwa perubahan terbaru yang diusulkan terhadap rencana untuk mengakhiri perang merupakan hal yang tidak dapat diterima.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa Dmitriev “harus menerima informasi mengenai apa yang telah dikembangkan oleh pihak Amerika dan Eropa” dalam rencana tersebut, untuk kemudian dilaporkannya kembali ke Moskow.

Moskwa, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022, memandang Eropa sebagai pihak yang pro-perang dan berpendapat bahwa keterlibatan Eropa dalam perundingan justru menghambat proses tersebut.

Meski sedikit yang diketahui mengenai rencana perdamaian terbaru, Kyiv kemungkinan akan diminta menyerahkan sebagian wilayahnya—sebuah prospek yang ditentang banyak warga Ukraina—sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari AS.

  • stabilitas kawasan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.