- Home
-
- Megapolitan
-
- Pramono Cabut KJP dan KJMU...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku ,erundungan dan Tawuran.
Rabu, 24 Jun 2026, 16:25 WIBJAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan hanya akan mencabut fasilitas Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi siswa-siswi yang bermasalah, di antaranya menjadi pelaku perundungan dan tawuran.
âItu (KJP dan KJMU) hanya dicabut kalau yang siswanya punya masalah. Apakah itu tawuran, bullying (perundungan), dan sebagainya,â ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan sampai dengan saat ini, jumlah penerima KJP dan KJMU masih sama.
Dia pun mengaku tidak ingin jumlah penerima KJP dan KJMU berkurang karena pendidikan merupakan salah satu unsur penting untuk mengatasi gini ratio di ibu kota.
Pramono meyakini pendidikan tinggi dapat memutus garis ketidakberuntungan di dalam suatu keluarga.
Bahkan, dia mengatakan mulai tahun depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pusat untuk menjalankan program LPDP khusus Jakarta.
Dengan begitu, anak-anak Jakarta diharapkan dapat merasakan pendidikan di luar negeri dan kembali lagi ke Tanah Air untuk membangun ibu kota.
âSehingga dengan demikian, hal yang berkaitan dengan pendidikan masih menjadi prioritas yang kita utamakan,â tegas Pramono.Â
Buang Sampah Sembarangan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan akan menindak tegas warga yang masih membuang sampah sembarangan, salah satunya di sungai atau saluran air.
âKalau memang ditemukan ada masyarakat yang membuang sampah di sungai, tentunya Pemerintah DKI Jakarta tidak segan-segan untuk, misalnya mengambil sikap tegas,â ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, tindakan tegas itu dilakukan karena peraturan terkait pemilahan sampah sudah tertuang di dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026.
Di dalam Ingub tersebut juga disebutkan  empat jenis sampah, yakni sampah yang mudah terurai, sampah daur ulang, B3 rumah tangga, dan sampah residu.
Dengan adanya Ingub tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami tentang gerakan pilah sampah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelumnya, Pramono juga berpesan kepada seluruh masyarakat pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan sampah bersama-sama sehingga tidak menjadi beban dan warisan untuk generasi mendatang.
âMenjelang lima abad Jakarta, kita tidak boleh mewariskan persoalan sampah kepada generasi berikutnya,â ungkap Pramono.
Oleh sebab itu, lanjut dia, gerakan pilah sampah harus terus didorong sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah, lingkungan, dan ruang-ruang kehidupan sehari-hari.
Dia pun menilai Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk bekerja secara responsif dan adaptif agar masyarakat dapat beraktivitas sekaligus memastikan kota ini terus melangkah menuju masa depannya," tutur Pramono.Â
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.