Hilirisasi Tahap II Dimulai, PTPN Bangun Industri Terintegrasi di Sei Mangkei
Jumat, 01 Mei 2026, 16:27 WIBJAKARTA â Pemerintah resmi memulai babak baru program hilirisasi nasional dengan meluncurkan 13 proyek strategis senilai sekitar Rp 116 triliun yang memasuki tahap pembangunan pada tahun ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.
Peresmian groundbreaking hilirisasi tahap II tersebut dilakukan oleh Prabowo Subianto di Cilacap pada Rabu (29/4). Pemerintah juga telah menyiapkan proyek lanjutan untuk memperluas cakupan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari energi hingga pertanian. Program ini diperkuat melalui konsolidasi pembiayaan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Proyek ini digarap oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional.
Direktur Bisnis PTPN III, Ryanto Wisnuardhy, menyebut pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar.
âKebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,â ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (1/5).
Kebutuhan energi tersebut diperkirakan akan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat. Secara teknis, kawasan industri di Sei Mangkei akan mengintegrasikan sektor pangan dan energi dalam satu ekosistem terpadu.
 Direktur PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa fasilitas oleofood akan memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun, serta cocoa butter substitusi sekitar 25.000 ton per tahun. Selain itu, pabrik biodiesel berkapasitas 450.000 ton per tahun juga tengah dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.
Menurut Jatmiko, pengolahan produk sawit di dalam negeri mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan dibandingkan penjualan bahan mentah. âJika diolah, nilai ekonominya bisa meningkat hingga belasan kali lipat,â katanya.
Pemerintah daerah menyambut positif pembangunan tersebut. Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menilai proyek ini akan mendorong transformasi ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.
âHilirisasi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi dari hulu ke hilir yang lebih modern,â ujarnya.
- industri sawit
- PTPN III
- Ekonomi Indonesia
- Danantara
- PTPN IV PalmCo
- Industri Perkebunan
- Hilirisasi Nasional
- Sei Mangkei
- Biodiesel B50
- Energi Nasional
- Investasi Indonesia
- KEK Sei Mangkei
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Panas dan Keringat di Balik Helm Bisa Picu Ketombe, Ini Cara Mengatasinya
-
Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter
-
Kreatif dan Ramah Lingkungan, Nelayan Manfaatkan Drum Plastik Bekas untuk Membuat Perahu
-
Agar Tepat Sasaran, KKP Identifikasi Korban Gempa dari Kalangan Nelayan di NTT
-
OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta
-
Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
-
Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.