Pemadaman Berulang Rugikan Sektor Industri
Senin, 22 Jun 2026, 01:00 WIBTanpa kepastian pasokan listrik yang stabil, daya saing industri daerah maupun nasional dapat ikut tertekan di tengah ketatnya persaingan ekonomi.
Karawang â Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang dinilai memberikan dampak serius terhadap sektor industri. Gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat proses produksi, tetapi juga menurunkan produktivitas serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengkritik pola pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN (Persero) karena dinilai mengganggu aktivitas dunia usaha, khususnya di sektor industri. Pelaku usaha pun meminta pemerintah dan PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional.
Ketua Umum BPC HIPMI Karawang, David, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi dalam dua pekan terakhir telah berdampak signifikan terhadap operasional bisnis di kawasan industri Karawang.
âPemadaman listrik yang dilakukan PLN selama dua pekan terakhir jelas mengganggu aktivitas dunia usaha,â kata David, sebagamana diberitakan Antara di Karawang, Minggu (21/6).
Menurut dia, gangguan listrik tersebut menyebabkan terhambatnya proses produksi, terganggunya layanan kepada pelanggan, hingga potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas usaha, terutama pada jam produktif antara pukul 08.00â15.30 WIB.
David menilai listrik merupakan kebutuhan dasar bagi dunia usaha, sehingga setiap pemadaman seharusnya dapat diinformasikan lebih awal serta dijadwalkan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kegiatan ekonomi.
âPara pengusaha tentu memahami jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kegiatan usaha,â ujarnya.
Ia juga meminta adanya komunikasi yang lebih baik serta langkah antisipasi agar pelaku usaha tidak terus dirugikan. Selain itu, HIPMI Karawang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik agar gangguan serupa tidak berulang dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam dua pekan terakhir, pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah sekitar Karawang. Dalam sehari, tercatat lebih dari sepuluh titik pemadaman dengan durasi tiga hingga lima jam. Gangguan ini tidak hanya berdampak pada kawasan permukiman, tetapi juga perkantoran, kawasan industri, fasilitas publik, sekolah, hingga rumah sakit.
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Karawang, Wahyu NF, menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman bergilir yang masih terjadi. Ia menjelaskan gangguan disebabkan kendala teknis pada pembangkit yang berdampak pada penurunan kapasitas pasokan listrik.
Di tingkat nasional, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut gangguan terjadi pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa yang mengalami kendala teknis.
âKami menghadapi tantangan, ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami,â ujarnya.
>>
Diversifikasi Energi
Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemadaman listrik berulang merupakan persoalan serius yang tidak dapat dianggap sekadar gangguan teknis biasa. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menegaskan listrik merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat.
âKetika listrik padam, yang terganggu bukan hanya aliran energi, tetapi juga kualitas hidup dan kepastian hak konsumen,â ujarnya.
YLKI juga mendorong pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pembangunan PLTS 100 GW sebagai upaya diversifikasi energi. Menurut YLKI, penguatan sistem energi tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen dan ketahanan sistem kelistrikan nasional.
YLKI menilai pemadaman yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, hingga tata kelola layanan listrik di Indonesia.
- Ketahanan Energi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
I.League Tegaskan VAR Laga Persiba Kontra PSS Berjalan Normal
-
Sebanyak 133 Pecalang Ditugaskan dalam Pengamanan Hari Raya Nyepi
-
Percepat Transisi Energi dan Pengembangan EBT
-
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga karena Perang Iran
-
Aroma Autentik Tabouna, Roti Kuno Tunisia yang Kembali Jadi Rebutan Warga Saat Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.