Warga Daerah Tetap Bersemangat Melestarikan Situs
Minggu, 02 Agu 2026, 12:33 WIBSAMARINDA â Tak hanya pusat tapi pemda-pemda juga rajin melestarikan situs atau warisan budaya, seperti dilakukan Pemerintah Kota Samarinda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melestarikan sebanyak 17 situs cagar budaya guna memperkuat identitas serta sejarah daerah di tengah pesatnya pembangunan kota.
"Pelestarian 17 cagar budaya seperti Masjid Shiratal Mustaqim, Klenteng Thien Ie Kong, Tugu Kebangunan Nasional, hingga Makam La Mohang Daeng Mangkona ini menjadi prioritas utama kami untuk menjaga memori kolektif warga," kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda Barlin Hady Kusuma di Samarinda, Minggu.
Situs peninggalan bersejarah tersebut kini dikembangkan menjadi ruang publik alternatif yang sarat edukasi bagi kalangan pelajar serta masyarakat umum.
Barlin mengemukakan pengelolaan cagar budaya daerah tersebut diselaraskan dengan visi jangka panjang Pemkot Samarinda untuk mewujudkan kota pusat peradaban yang maju dan berkarakter.
"Kami berupaya memfasilitasi generasi muda agar dapat memanfaatkan objek cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah sekaligus tempat mengekspresikan karya seni," ujarnya.
Langkah pelindungan fisik cagar budaya tersebut dibarengi penguatan regulasi daerah agar keberadaan situs sejarah tidak tergerus oleh laju alih fungsi lahan.
Lanjut Barlin, sinergi bersama ratusan sanggar seni dan komunitas lokal terus diperkuat untuk menghidupkan suasana sejarah di sekitar kawasan destinasi wisata budaya.
"Kehadiran situs sejarah yang terawat dengan baik memberikan latar belakang pengetahuan yang sangat kuat bagi para wisatawan saat berkunjung ke daerah ini," sebut Barlin.
Selain penataan fisik cagar budaya, pemerintah daerah juga gencar mendorong pendaftaran berbagai karya warisan budaya takbenda ke tingkat nasional.
Dukungan fasilitas digitalisasi dan pameran berkala turut disiagakan di museum kota untuk mengenalkan ratusan koleksi artefak masa lalu kepada para pengunjung.
"Integrasi antara objek cagar budaya, museum, dan festival seni tahunan terbukti mampu membangkitkan kebanggaan warga terhadap kekayaan budaya lokalnya," tegasnya.
Pemerintah kota mengalokasikan program pembinaan berkelanjutan kepada para pelaku seni dan budayawan lokal agar ekosistem pemajuan tradisi daerah dapat tumbuh secara mandiri.
Menurutnya, upaya pelestarian nilai sejarah secara menyeluruh ini dapat mendongkrak daya tarik pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat peninggalan bersejarah ini agar jati diri Kota Samarinda tetap lestari hingga masa mendatang," tutur Barlin.
Berita Terkait:
-
Pembangunan Kantor Lembaga Tinggi Negara di IKN Sesuai Rencana
-
Komisi D DPRD DKI Soroti Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Sampah Jakarta
-
Bukan Cuma Pameran Otomotif, GIIAS 2025 Hadirkan Kegiatan Edukatif dan Ruang Dialog
-
Tradisi Bubur Asyura di Samarinda
-
Pemerintah Pasang Target Ambisius, 80 Persen Masalah Sampah Nasional Harus Tuntas pada 2029
-
Resmi Dilantik Prabowo! Dony Oskaria Nahkodai Lembaga Baru Pengganti Kementerian BUMN
-
Hujan lebat di Samarinda mengakibatkan tiga rumah tertimbun longsor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.