Karhutla Mengancam, Kalsel Tunggu Kondisi Awan untuk Operasi Modifikasi Cuaca Tahap II.
Minggu, 02 Agu 2026, 12:54 WIBPemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mempertimbangkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap kedua untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau panjang, namun menunggu kondisi awan yang memadai untuk disemai.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ronny Eka Saputra di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan OMC tahap pertama telah dilaksanakan pada 15-21 Juli 2026, tetapi operasi lanjutan belum dapat digelar karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai sebaran awan di wilayah itu mulai menipis sehingga belum memenuhi syarat penyemaian.
Dia menjelaskan ketersediaan awan menjadi faktor utama penentuan pelaksanaan OMC karena teknologi modifikasi cuaca hanya dapat dijalankan apabila terdapat awan yang cukup tebal untuk disemai agar berpotensi menghasilkan hujan sebagai upaya mendukung pengendalian karhutla dan kekeringan.
âMemang semua tergantung dari situasi dan kondisi cuaca di lapangan, apabila memang awan sekitar memadai untuk disemai, kita akan segera laksanakan OMC,â ujarnya.
Sembari menunggu pelaksanaan OMC tahap kedua, pemerintah setempat mengoptimalkan operasi udara untuk mempercepat penanganan karhutla dengan menyiagakan empat unit armada yang terdiri atas satu helikopter patroli, dua helikopter pengebom air, serta satu pesawat multifungsi yang disiapkan untuk mendukung OMC dan patroli udara.
Menurut dia, armada udara tersebut memiliki wilayah operasi di seluruh Kalimantan Selatan berdasarkan laporan patroli darat maupun patroli udara sehingga apabila tidak terdapat kejadian di satu wilayah, helikopter dapat digerakkan ke daerah lain yang membutuhkan penanganan.
Ia mengatakan apabila terjadi kebakaran di kawasan prioritas atau Ring 1, pengerahan armada udara akan lebih dahulu difokuskan ke wilayah tersebut, sementara satu unit armada lainnya tetap melaksanakan patroli keliling di berbagai wilayah untuk memantau potensi munculnya titik api.
Selain armada udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan dukungan logistik dan peralatan kepada Kalimantan Selatan berupa mesin pompa, selang, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla di lapangan.
âPelaksanaan OMC tahap kedua akan kembali dipertimbangkan. Sementara kita maksimalkan dulu patroli darat, patroli udara, dan operasi helikopter water bombing untuk menekan risiko meluasnya karhutla selama musim kemarau ini,â ujar Ronny.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Pemprov: Pada HUT Jakarta 22 Juni, Puncak Monas Dibuka Gratis
-
BPJS Kesehatan Gandeng Lintas Sektor untuk Wujudkan Layanan Kesehatan Merata di Maluku Utara.
-
VIVERE Perkuat Kolaborasi Industri Melalui Business Impact Jelang IndoBuildTech Expo Part 1 2026
-
Kebakaran 7,5 Hektare Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Riau Berhasil Dipadamkan
-
Masjid Tuo Ampang Gadang di Sumbar Dipugar, Siap jadi Destinasi Sejarah, Budaya, dan Religi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.