Dorong Literasi di Daerah, TPBIS Jangkau 13,9 Juta Masyarakat

Minggu, 02 Agu 2026, 12:58 WIB

JAKARTA– Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menyebut, pada 2026, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dilaksanakan di 750 lokus. Sejak dilaksanakan pada 2018, TPBIS telah menjangkau sekitar 13,9 juta masyarakat secara kumulatif. Bahkan, telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan.

Meskipun demikian, ia menekankan, Perpusnas terus mendorong replikasi program di berbagai daerah melalui inisiatif pemerintah daerah dan dukungan para pemangku kepentingan.

Ket. Foto: Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) E. Aminudin Aziz dalam pertemuan daring Pemangku Kepentingan Tingkat Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026, Kamis (30/7). Dia menyebut, pada 2026, Program TPBIS dilaksanakan di 750 lokus dan menjangkau sekitar 13,9 juta masyarakat secara kumulatif — Sumber: istimewa

 "Kita menyaksikan masyarakat datang ke perpustakaan dengan tekad baru untuk meningkatkan kecakapan literasi guna mengubah status kesejahteraan hidupnya menjadi lebih baik. Perpustakaan berubah menjadi ruang yang lebih produktif dan kreatif untuk meningkatkan kualitas hidup," ujarnya, Kamis (30/7).

Aminudin mengungkapkan, keberhasilan TPBIS tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, hingga masyarakat. "TPBIS gagasannya dari pusat, pelaksanaannya tetap dari desa. Atas dukungan masyarakat sebagai subjek penyelenggaraan kegiatan ini karena ujungnya peningkatan kualitas hidup bersama. Inilah hakikat kolaborasi, kemitraan, dan nilai gotong royong itu," terangnya.

Ia juga berharap tidak timbul anggapan bahwa perpustakaan daerah mengambil alih tugas organisasi perangkat daerah lainnya. "Jangan dilihat bahwa ada tugas-tugas dari dinas lain yang diambil alih oleh perpustakaan daerah. Justru perpustakaan ingin menghadirkan sebuah inovasi bagaimana nilai gotong royong itu diwujudkan melalui kemitraan lintas sektor dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Perpusnas menegaskan bahwa penguatan perpustakaan merupakan investasi jangka panjang dengan program-program yang kreatif dan transformatif. "Investasi membangun perpustakaan dengan seluruh programnya sebagai program bersama bukanlah investasi sesaat, melainkan investasi masa depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penulis dan Tokoh Publik Gita Wirjawan menekankan pentingnya budaya baca, dokumentasi, dan distribusi pengetahuan sebagai fondasi kemajuan peradaban. Ia menilai Indonesia dan kawasan Asia Tenggara masih menghadapi tantangan dalam mendokumentasikan kekayaan pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki masyarakat. "Tanpa literasi, tanpa dokumentasi, tanpa kognisi, dan tanpa distribusi kognisi, kita tidak akan bisa memuliakan konsep demokrasi," ucapnya.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengatakan penguatan literasi melalui perpustakaan menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045. 

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT Mulyadin Malik menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan perpustakaan desa melalui berbagai regulasi, termasuk revisi Undang-Undang Desa serta peluang pemanfaatan Dana Desa yang dapat disinergikan dengan kegiatan TPBIS. 

Beragam inovasi

Pembahaasan semakin lengkap dengan adanya contoh praktik baik di daerah. Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Murni Baso memaparkan berbagai inovasi yang dilakukan untuk mendukung keberlanjutan TPBIS, mulai dari layanan Klinik Pustaka, pelatihan keterampilan berbasis potensi desa, penguatan literasi digital, hingga pemberian apresiasi kepada perpustakaan desa dan pengelola perpustakaan yang aktif.

Mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menguatkan Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Masyarakat”, pertemuan ini diikuti oleh dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi maupun kabupaten/kota, Bappeda, pemerintah desa dan kelurahan, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas literasi, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.