Jatim Siapkan Revolusi Layanan, TransJatim Akan Dikendalikan Sistem Transportasi Cerdas

Minggu, 21 Jun 2026, 18:30 WIB

SURABAYA – Penerapan sistem transportasi cerdas menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi mobilitas sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, sensor, dan analisis data secara real-time, pengelolaan lalu lintas dapat dilakukan lebih responsif dan terukur.

Ket. Foto: Ilustrasi- Bus TransJatim koridor Malang Raya melintas di Jalan Letjen Wiyono, Kota Malang, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sistem ini juga berpotensi menekan konsumsi bahan bakar serta emisi karbon, sehingga mendukung pembangunan kota yang lebih berkelanjutan dan produktif.

Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana menerapkan Intelligent Transport System (ITS) atau Sistem Transportasi Cerdas pada layanan TransJatim guna meningkatkan efisiensi perjalanan dan kualitas pelayanan transportasi publik.

"Saya ingin satu koridor diterapkan ITS, termasuk simpang terkoordinasi dan prioritas bagi bus," kata Kepala Dishub Jatim Nyono di Surabaya, Minggu (21/6).

Menurut dia, penerapan ITS akan diawali melalui kajian pada Koridor I TransJatim yang memiliki tingkat keterisian penumpang atau load factor tinggi.

Sistem tersebut akan memanfaatkan teknologi sensor pada persimpangan jalan sehingga durasi lampu lalu lintas dapat menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan secara real time.

Dengan teknologi itu, kendaraan dari arah yang lebih padat akan memperoleh waktu lampu hijau lebih lama dibandingkan jalur dengan volume kendaraan rendah.

Selain itu, Dishub Jatim juga menyiapkan penerapan bus priority atau prioritas bagi bus TransJatim agar kendaraan angkutan massal memperoleh kelancaran saat mendekati persimpangan.

Nyono menjelaskan konsep tersebut telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik modern.

Penerapan ITS juga akan dipadukan dengan program jalan berkeselamatan yang mencakup penyediaan fasilitas keselamatan lalu lintas secara lengkap di koridor layanan.

"Semua fasilitas keselamatan akan dikombinasikan dengan sistem angkutan publik berbasis ITS sehingga pelayanan menjadi lebih baik," ujarnya.

Selain Koridor I TransJatim, konsep serupa juga direncanakan diterapkan di wilayah Malang sebagai bagian dari pengembangan transportasi perkotaan berbasis teknologi.

Saat ini Dishub Jatim masih melakukan survei fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di koridor-koridor tersebut sebelum implementasi dilakukan.

Menurut Nyono, realisasi program bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah, namun kajian teknis telah mulai disiapkan untuk mempercepat penerapan sistem transportasi cerdas di Jawa Timur.

  • TransJatim

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.