Ashgabat: Ibu Kota Serba Putih yang Pecahkan Rekor Dunia
Senin, 27 Apr 2026, 06:17 WIBASHGABATÂ begitu mencuri perhatian dunia karena tampilannya yang memukau. Ratusan gedung â gedung mewah berlapis marmer putih, mendominasi ruang kota Ashgabat.
Fakta ini mengukuhkan Ashgabat sebagai kota dengan jumlah bangunan dari marmer putih terbanyak didunia yang menjadikannya dijuluki sebagai The City Of White Marble.
Ashgabat ditambahkan ke Guinness Book of World Records karena memiliki banyak bangunan berlapis marmer tertinggi di dunia.
Kota ini terang dengan marmer putih yang mengilap, sebanyak 543 bangunan ditutupi dengan lebih dari 4,5 juta meter persegi marmer, seperti dikutip dari Farout Magazine.
Kenapa harus marmer? Bukan tanpa alasan, ternyata ini salah satu ambisi dari presiden Turkmenistan, Saparmurat Niyazov.
Kemudian ambisi ini diwariskan kepada penerusnya, Gurbanguly Berdimuhamedow. Mereka ingin menunjukkan kekayaan negaranya, dengan mengimpor langsung semua marmer dari Italia.
Sayangnya hari ini, Ashgabat justru seperti kota mati. Sangat sepi dan sunyi, dengan taman-taman yang selalu kosong.
Padahal, Ashgabat dilaporkan memiliki 1 juta populasi penduduk, tetapi malah dijuluki 'Kota Orang Mati'. Hal ini karena kebanyakan bangunan di sana adalah bangunan pemerintah yang tidak mudah diakses oleh publik, seperti Istana Presiden.
Selain terkenal karena marmer putihnya, ada fakta unik lain, yaitu mobil di kota ini pun semuanya berwarna putih. Ini arahan langsung dari pemerintah, mereka percaya bahwa mobil hitam dan gelap membawa kesialan.
Ashgabat atau sebelumnya bernama Poltoratsk merupakan ibu kota dari negara Turkmenistan. Kota ini juga berpredikat sebagai kota terbesar dinegara ini.
Lokasinya terletak diantara Gurun Karakum dan pegunungan Kopetdag di Asia Tengah dekat perbatasan Iran dan Turkmenistan.
Lokasinya yang terkurung di daratan di Asia Tengah, membuat Turkmenistan termasuk ibu kotanya Ashgabat, tidak langsung mudah ditemukan di peta.
Nama kota Ashgabat diambil dari bahasa Persia yaitu Eshg dan Abad yang secara harafia dapat diartikan sebagai kota Cinta.
Ashgabat memiliki akar sejarah yang panjang. Kota ini berkembang dari sebuah kampung kecil yang dibangun oleh Russia pada tahun 1818.
Para pendiri asli kota ini sebenarnya adalah para tentara Russia yang akan mendarat ke Krasnovodsk yang sekarang bernama Turkmenbasy, yang mendirikan benteng untuk mengakomodasikan kegiatan mereka terutama untuk melindungi perbatasan dari pengaruh Inggris di Persia.
Seiring dengan berjalannya waktu, Ashgabat mengalami perubahan dan industrialisasi yang pesat semenjak Turkmenistan meraih kemerdekaan dari Uni Soviet tahun 1991 hingga dijadikan sebagai ibu kota. RRI/K-9
- Turkmenistan
- ashgabat
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.