Antisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan Pelabuhan
Minggu, 02 Agu 2026, 11:55 WIB
BATAM â Di tengah pesatnya transformasi digital sektor maritim, ancaman siber kini menjadi salah satu risiko baru yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, operasional pelabuhan, hingga kelancaran rantai logistik nasional.Â
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman keamanan siber dalam pengoperasian kapal dan fasilitas pelabuhan.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman tersebut, Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) berkolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Asosiasi RSO Indonesia (ARSOINDO) menyelenggarakan Training Penanganan Risiko Serangan Siber terhadap Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan di Batam belum lama ini.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur KPLP, Triono, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam operasional kapal maupun pelabuhan. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, terdapat risiko serangan siber yang perlu diantisipasi secara serius.
âSerangan siber dapat berdampak serius terhadap operasional kapal dan aspek keselamatan pelayaran, mulai dari gangguan layanan, kebocoran data, hingga potensi ancaman terhadap keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan secara keseluruhan,â ujar Triono dalam keterangan tertulisnya, Selasa kemarin.
Menurutnya, gangguan siber pada sistem kapal maupun pelabuhan tidak lagi sekadar persoalan teknologi informasi, melainkan dapat berdampak langsung terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama seluruh personel yang terlibat dalam operasional maritim.
âKeamanan siber bukan hanya tanggung jawab unit teknologi informasi. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sistem, data, dan informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,â tegasnya.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran personel kapal dan fasilitas pelabuhan terhadap berbagai bentuk ancaman siber, sekaligus memperkuat kemampuan dalam mengidentifikasi, mencegah, dan merespons insiden keamanan siber secara tepat dan efektif.
Melalui kegiatan ini, Ditjen Perhubungan Laut berharap tercipta budaya kewaspadaan siber yang semakin kuat di lingkungan maritim nasional sehingga mampu mendukung terwujudnya pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan.
âSaya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mengidentifikasi potensi ancaman siber, memahami langkah pencegahannya, serta mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan kerja masing-masing,â pungkas Triono.
- Ditjen Hubla
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Kemenhub dan Finnet Indonesia Teken Kerja Sama Payment Gateway untuk Platform Digital MaritimHub
-
Perkuat Keamanan Siber Sektor Maritim, Kemenhub Bersama Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook
-
Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
-
Klaim Fundamental Ekonomi Kuat, Membuat Rupiah Apresiasi
-
Film “Michael” Jadi Biopik Musik Terlaris Sepanjang Masa
-
InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan–Batam–Padang dengan Teknologi DWDM
-
Menangi Sprint Race GP Aragon, Marc Marquez Jaga Peluang Juarai MotoGP 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.