Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral dalam Perang Iran, Ini Penjelasannya

Kamis, 18 Jun 2026, 06:15 WIB

EVIAN-LES-BAINS, PRANCIS– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (17/6), menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Russia Vladimir Putin sebagai pihak yang “netral” dalam perang dengan Iran, dengan mengatakan bahwa keduanya tidak menghambat upayanya untuk mengekang ambisi nuklir Teheran.

“Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat semuanya menjadi jauh lebih baik,” kata Trump setelah disepakatinya perjanjian gencatan senjata dalam konflik tersebut.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump. — Sumber: Antara

Dilansir The Straits Times, dalam konferensi pers di KTT Kelompok Tujuh (G7) di Evian-les-Bains, Prancis, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia berterima kasih kepada para pemimpin tersebut karena tidak ikut campur dalam konflik.

“Saya ingin berterima kasih kepada Tiongkok, Presiden Xi. Saya bertemu dengannya, dan dia tetap netral, benar-benar netral, dan saya menghargainya,” kata Trump. “Dan saya juga ingin berterima kasih kepada Vladimir Putin, dia sangat netral. Mereka bisa saja membuat semuanya jauh lebih sulit bagi kami.”

Pernyataan Trump ini bertolak belakang dengan komentarnya terhadap sekutu AS, mulai dari Jepang hingga Eropa, yang ia kritik karena tidak membantu operasi militer atau upaya lanjutan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan laut yang diblokir Iran.

Moskow dan Beijing diketahui memiliki hubungan dekat dengan Teheran. Russia menyatakan perang tersebut dapat memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Tiongkok sendiri mengecam serangan Washington ke Teheran sebagai pelanggaran kedaulatan negara yang terang-terangan. Pejabat intelijen AS menilai Beijing memasok Teheran dengan barang-barang yang berpotensi memiliki kegunaan militer, menurut sejumlah sumber. Penyuling minyak independen Tiongkok disebut menjadi pelanggan utama Iran selama konflik, meski ada sanksi AS.

Namun Trump mengatakan bahwa Xi membantu menyelesaikan konflik tersebut dan tidak mengirimkan “persenjataan besar” atau rudal permukaan-ke-udara yang diluncurkan dari bahu.

“Mereka bisa saja mengirim kapal minyak dengan enam kapal perusak di setiap sisinya. Mereka tidak melakukan itu. Presiden Xi membantu saya. Dia berusaha membantu, dan saya pikir dia mungkin membantu menyelesaikannya,” kata Trump.

Kedutaan besar Tiongkok dan Russia di Washington belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Andes

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.