- Home
-
- Luar Negeri
-
- Negara G7 Desak Russia Akh...
Negara G7 Desak Russia Akhiri Perang dengan Ukraina
Rabu, 17 Jun 2026, 02:07 WIBEVIAN-LES-BAINS - Para pemimpin G7 pada Selasa (16/6) sepakat untuk meningkatkan tekanan pada Russia agar mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun melawan Ukraina, dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan Moskwa harus membuat kesepakatan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, bergabung dalam pertemuan puncak di resor Prancis Evian-les-Bains, dengan Ukraina dipandang mampu bertahan dengan baik di medan perang tetapi kota-kotanya masih menjadi target serangan mematikan Russia dalam konflik yang kini telah berlangsung lebih lama daripada Perang Dunia I.
Pertemuan puncak kelompok negara-negara G7 ini secara khusus mempertemukan Zelenskyy dengan Trump, yang telah berupaya menjangkau Presiden Russia, Vladimir Putin, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda kehilangan kesabaran terhadap Moskwa.
"Para pemimpin memutuskan hari ini untuk meningkatkan tekanan pada Russia melalui sanksi terhadap gas dan minyak," kata seorang narasumber diplomatik Prancis usai pembicaraan tersebut.
âPara pemimpin juga sepakat bahwa ada dinamika di lapangan yang menguntungkan Ukraina," imbuh narasumber tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah mengundang Zelenskyy untuk tetap tinggal hingga akhir KTT tiga hari pada Rabu (17/6) agar ia dapat bertemu dengan Trump dan para pemimpin G7 lainnya.
Para pemimpin Eropa akan berupaya mengingatkan Trump tentang pentingnya mendorong Russia untuk menerima perdamaian dengan syarat-syarat Ukraina, dan tidak menekan Kyiv untuk membuat konsesi kepada Moskwa.
"Russia harus membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang melawan Ukraina,â kata Trump setelah bertemu Zelenskyy.
Ia merujuk pada tingginya korban jiwa di kedua pihak dalam konflik tersebut, yang merupakan konflik paling mematikan di tanah Eropa sejak Perang Dunia II. "Semua ini tidak masuk akal. Jadi, ya, saya akan melakukan apapun yang saya bisa," imbuh Trump.
Zelenskyy mengatakan dalam sebuah unggahan di X setelah bertemu dengan para pemimpin G7 bahwa prioritas Ukraina amat jelas, termasuk meningkatkan jumlah misil pertahanan udara, paket dukungan musim dingin, dan memperkuat tekanan pada Russia.
"Sungguh luar biasa bahwa semua orang memahami bahwa Russia tidak menang, dan kita harus mendorong Putin untuk mengakhiri perang ini," kata pemimpin Ukraina itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Desak Tanggapan
Sebelumnya pada Senin (15/6), Zelenskyy mendesak tanggapan tegas dan substantif dari para pemimpin G7 setelah gelombang serangan Russia terbaru, yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan memicu kebakaran di sebuah katedral penting di Kyiv.
Ia mengungkapkan bahwa Putin telah menolak tawaran pertemuan di G7 tetapi mengatakan bahwa ia juga telah menyarankan kepada Trump bahwa ia dapat bertemu Putin di AS.
Sementara itu Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan Inggris memberlakukan serangkaian sanksi baru terhadap Russia, termasuk pada kapal tanker yang mengangkut LNG, dalam upaya untuk menekan Moskwa agar menghentikan perang melawan Ukraina.
"Bekerja sama dengan sekutu G7 kami, kami akan terus meningkatkan tekanan pada Putin dan lingkaran kolaboratornya sampai mesin perang Russia dihentikan dan perdamaian kembali ke benua kita," kata PM Starmer.
Sementara itu, Carney mengatakan Kanada mengumumkan sanksi baru terhadap 160 entitas yang terkait dengan apa yang disebut armada siluman Russia, yang digunakan untuk menghindari sanksi Barat terhadap bahan bakar fosil Russia dan barang-barang lainnya. AFP/I-1Â
- G7
- Emmanuel Macron
- evian
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Iran Berpedoman Hukum Internasional dalam Bernegosiasi dengan Amerika Serikat
-
Presiden Macron Joging Pagi di Kepadatan Jalan Mesir
-
Kunker di Mesir, Presiden Prancis Macron Lari Pagi di Kepadatan Lalu-lintas Alexandria
-
Pusat pelayanan fungsional kursi roda adaptif di Yogyakarta
-
DKI Jakarta rencanakan bentuk PJLP khusus tangani ikan sapu-sapu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.