Mendukbangga Sebut Masih Ada 8,1 Juta Keluarga Berisiko “Stunting”

Rabu, 24 Jun 2026, 18:38 WIB

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan masih terdapat 8,1 juta keluarga berisiko stunting (KRS) di Indonesia. Data tersebut merupakan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2025 yang dilakukan Kemendukbangga.

Wihaji mengatakan, jumlah tersebut berasal dari 41,4 juta keluarga pasangan usia subur (PUS) yang terdata. Dari total keluarga berisiko stunting tersebut, lebih dari satu juta keluarga berasal dari kelompok Desil 1.

Ket. Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd. — Sumber: Kemendukbangga.go.id

"Ada 41,4 juta keluarga dengan Pasangan Usia Subur (PUS). Dari 41,4 juta, teridentifikasi 8,1 juta KRS, dan dari 8,1 juta KRS ada 1.052.947 KRS Desil 1," ujar Wihaji dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (24/6).

"Dari data 8,1 juta tersebut, 2,9 juta tidak memiliki jamban yang layak dan 1,7 juta tidak memiliki air minum utama yang layak. Kemudian 4,3 juta termasuk PUS 4T dan tidak menggunakan KB modern," kata dia.

Menurut Wihaji, sebanyak 4,3 juta pasangan usia subur juga masuk kategori 4T. Kategori tersebut meliputi terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak melahirkan, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Wihaji menyebut, jumlah orang tua asuh cegah stunting yang terlibat dalam program Genting mencapai 304 ribu orang. Mereka memberikan dukungan dalam bentuk edukasi, bantuan nutrisi, penyediaan air bersih, jamban sehat, hingga rumah layak huni.

"Tentu dari semua tersebut di-support oleh para orang tua asuh cegah stunting yang terdiri dari 304.000 orang tua asuh. Kemudian sasaran Genting untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita dengan prioritas 1.000 hari pertama kehidupan untuk tahun 2026 capaiannya sementara masih 333.887," ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.