Menanti Arah Kebijakan The Fed, 16 Juni 2026

Rabu, 17 Jun 2026, 06:20 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan, hari ini (17/6), seiring pergeseran fo­kus pelaku pasar dari isu geopolitik menuju agenda kebi­jakan moneter global. Meskipun sentimen geopolitik mulai mereda, volatilitas rupiah diperkirakan tetap tinggi karena pasar memasuki fase wait and see menjelang keputusan moneter global.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat pelaku pasar menantikan hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral Ing­gris atau Bank of England (BOE) yang dijadwalkan berlang­sung pekan ini. Selain itu, investor juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh guna mencari pe­tunjuk arah kebijakan moneter AS ke depan.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (17/6), bergerak di kisaran 17.690-17.728 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (15/6) sore, menguat 152 poin atau 0,85 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.709 rupiah per dollar AS. Penguatan ini ditengarai karena AS dengan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengak­hiri perang.

“Presiden AS Donald Trump dan wakil menteri luar ne­geri (Wamenlu) Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjut­kan lalu lintas melalui Selat Hormuz,” ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta.

AS dan Iran disebut akan menandatangani nota kesepa­haman di Swiss pada Jumat (19/6), kata perdana menteri Pakistan, yang negaranya telah bertindak sebagai mediator.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.