BBM Mahal Bawa Berkah, Registrasi Mobil Listrik Dunia Melonjak Lagi!

Rabu, 17 Jun 2026, 20:23 WIB

JAKARTA - Kepercayaan konsumen otomotif global semakin menunjukkan tren positif untuk kendaraan listrik. Data pada bulan Mei 2026, menunjukkan adanya peningkatan pendaftaran EV yang mencapai sekitar 1,8 juta unit atau naik tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sektor penjualan, BMI mengungkapkan bahwa penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) meningkat selama tiga bulan ketiga berturut-turut.

Ket. Foto: Ilustrasi pengisian daya kendaraan elektrik di SPKLU PLN. — Sumber: ANTARA/Chairul Rohman

Hal ini berkat adanya dorongan dari insentif pemerintah serta tingginya harga bahan bakar di sejumlah negara.

Global banking and finance pada Selasa (16/6) waktu setempat melaporkan bahwa secara kumulatif, penjualan selama lima bulan pertama tahun ini meningkat 0,9 persen secara tahunan.

Manajer data BMI, Charles Lester, menyebut Eropa menjadi kontributor utama pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia.

Menurutnya, kawasan tersebut mencatat kenaikan pendaftaran kendaraan listrik sebesar 23 persen menjadi sekitar 415.000 unit pada Mei 2026.

“Kenaikan ini terutama didorong oleh subsidi pemerintah dan tingginya harga bensin yang membuat konsumen mempercepat keputusan pembelian,” ujar Lester.

Meski demikian, perkembangan pasar kendaraan listrik di berbagai kawasan tidak berlangsung merata. Tiongkok, yang selama ini menjadi pasar terbesar kendaraan listrik dunia, justru mencatat penurunan pendaftaran sebesar sembilan persen menjadi sekitar 987.000 unit pada Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terjadi setelah berakhirnya program insentif tukar tambah kendaraan dan penghentian keringanan pajak pembelian mobil listrik pada awal tahun.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah produsen otomotif Tiongkok memperluas ekspansi ke luar negeri.

Menurut BMI, tren terbaru menunjukkan semakin banyak produsen kendaraan asal Tiongkok yang menjajaki kerja sama dan memanfaatkan kapasitas produksi yang belum terpakai di Eropa.

Sementara itu, pasar Amerika Utara mengalami kontraksi lebih dalam. Pendaftaran kendaraan listrik turun 26 persen menjadi sekitar 123.000 unit pada Mei 2026.

Pelemahan tersebut dipicu berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat serta kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang berencana melonggarkan regulasi emisi karbon.

Charles Lester menilai fokus industri otomotif Amerika Serikat kini mulai bergeser kembali ke kendaraan bermesin pembakaran internal dan model hybrid, sementara pembukaan pasar Kanada bagi sejumlah produsen Tiongkok diperkirakan belum cukup untuk mengubah arah pertumbuhan kendaraan listrik di kawasan tersebut. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.